CILILIN,BBPOS- Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyerahkan satu unit kendaraan operasional untuk mengantar dan menjemput belasan siswa SD Negeri Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (29/9/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai solusi cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat untuk meningkatkan keamanan siswa yang selama ini harus menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit bambu saat berangkat dan pulang sekolah.
Jeje mengatakan, kendaraan antar-jemput tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Bandung Barat dalam memberikan akses pendidikan yang lebih aman bagi para siswa.
“Hari ini saya menepati janji untuk memberikan kendaraan antar jemput bagi siswa SD Negeri Budiharja. Karena kebutuhannya mendesak, kita memilih solusi yang bisa langsung digunakan oleh anak-anak,” kata Jeje.
Kendaraan tersebut selanjutnya diserahkan kepada pemerintah desa untuk mengatur operasional antar-jemput siswa. Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan biaya operasional selama enam bulan, termasuk bahan bakar dan gaji pengemudi.
Jeje menegaskan, layanan antar-jemput tersebut diberikan secara gratis sehingga orang tua maupun wali murid tidak diperbolehkan dikenakan pungutan.
“Layanan antar jemput ini diberikan secara gratis, sehingga orang tua atau wali murid tidak diperbolehkan dikenakan pungutan apa pun. Teknis penggunaan, mulai dari jadwal penjemputan hingga pengantaran, akan dikoordinasikan oleh pemerintah desa dan pihak sekolah,” ujarnya.
Menurut Jeje, kendaraan antar-jemput tersebut merupakan solusi sementara. Pemkab Bandung Barat tetap mendorong pembangunan akses permanen agar para siswa tidak lagi bergantung pada transportasi air untuk menuju sekolah.
“Ini adalah solusi sementara, bukan solusi permanen. Kita mengambil langkah tercepat karena kebutuhan anak-anak memang mendesak. Sambil solusi ini berjalan, kita tetap menyiapkan dan mendorong solusi permanen ke depannya,” katanya.
Ia menjelaskan, keputusan menggunakan kendaraan sebagai solusi sementara mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, terutama terkait keselamatan dan kenyamanan siswa.
“Kenapa kendaraan yang kami pilih? Karena kami mendengar masukan dari berbagai pihak, dan untuk saat ini kendaraan antar jemput dinilai menjadi pilihan yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa,” ujarnya.
Jeje menambahkan, kebutuhan terhadap akses sekolah yang aman semakin penting memasuki musim penghujan. Karena itu, keberadaan kendaraan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko yang selama ini dihadapi siswa ketika menyeberangi Waduk Saguling.
“Yang paling penting hari ini, anak-anak bisa berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman, tanpa harus lagi menggunakan rakit,” katanya.
Sementara itu, Pemkab Bandung Barat masih mendorong terwujudnya solusi permanen berupa pembangunan jembatan atau akses lainnya.
“Pembangunan jembatan, baik jembatan gantung, jembatan apung maupun alternatif lainnya, membutuhkan proses dan waktu. Sementara kebutuhan anak-anak untuk mendapatkan akses sekolah yang lebih aman bersifat mendesak,” tandasnya.
