NGAMPRAH,BBPOS- Dugaan tindakan pelecehan seksual di SMP Negeri 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mencuat dan viral di media sosial. Dugaan tersebut diungkapkan seorang alumni sekolah melalui media sosial pada Selasa (18/8/2026).
Dalam unggahannya, alumni tersebut mengaku bahwa dirinya dan seorang temannya pernah mengalami perlakuan yang diduga mengarah pada pelecehan seksual oleh oknum guru dalam waktu berbeda.
Salah satu dugaan yang diungkap yakni seorang guru Bahasa Inggris disebut memegang bagian bokong seorang siswa. Alumni tersebut juga mengklaim bahwa ketika kejadian itu dilaporkan kepada kepala sekolah, korban justru ditawari uang.
“Temen saya pernah dicabulin oleh guru Bahasa Inggris, bokongnya dipegang, ngadu ke kepala sekolah malah mau disogok uang Rp100 ribu,” tulisnya, seperti dikutip dari akun @brorondm, Selasa (18/8/2026).
Selain itu, alumni tersebut mengaku pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari seorang guru perempuan. Ia menyebut bajunya ditarik hingga bagian pakaian dalamnya terlihat.
Menurut pengakuannya, saat peristiwa tersebut terjadi terdapat seorang guru laki-laki di ruangan yang sama. Kondisi itu membuat dirinya merasa dipermalukan dan tidak nyaman.
“Dan saya pun waktu itu pernah dipermalukan sama guru perempuan, baju saya ditarik supaya daleman saya kelihatan. My bad karena saya nggak pakai kaos lagi, mungkin niatnya baik ngasih tahu, tapi di situ ada guru cowok, saya malu,” katanya.
Dugaan tersebut kemudian mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat. Kabid Pembinaan SMP Disdik KBB, Cucu Rosmiati, membenarkan pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan pelecehan seksual yang disebut terjadi di SMPN 2 Ngamprah.
“Kami sudah mendapat informasi. Kami Dinas Pendidikan akan mengecek lebih lanjut terkait dugaan pelecehan di SMPN 2 Ngamprah,” kata Cucu saat ditemui, Selasa (18/8/2026).
Cucu menegaskan, Disdik KBB akan menindaklanjuti informasi tersebut untuk memastikan fakta dan kronologi kejadian.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya menentang segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan pendidikan dan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan tersebut.
“Kami akan tindaklanjuti. Sebenarnya kami sudah melakukan antisipasi terkait tindakan pelecehan dengan melakukan sosialisasi. Kami menentang segala bentuk pelecehan seksual,” ujarnya.
Disdik KBB selanjutnya akan melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap dugaan tersebut, termasuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak SMPN 2 Ngamprah maupun pihak yang dituding dalam unggahan tersebut. Karena itu, dugaan pelecehan seksual tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait.

