SAGULING,BBPOS- Setelah puluhan tahun mengalami kerusakan berat, Jalan Purabaya-Jati di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya mulai mendapat penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Pada tahap pertama, Pemkab Bandung Barat memperbaiki ruas jalan sepanjang 934,5 meter yang kondisinya mengalami kerusakan berat. Perbaikan dilakukan dalam dua segmen menggunakan konstruksi beton dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp4 miliar.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyelesaikan kerusakan infrastruktur jalan secara bertahap, khususnya di wilayah selatan Bandung Barat.
“Alhamdulillah, kemarin malam kami meninjau ruas Jalan Purabaya-Jati, Kecamatan Saguling, yang informasinya sudah sekitar 10 tahun mengalami kerusakan berat. Tahun ini kita baru bisa melaksanakan perbaikan, untuk tahap pertama sepanjang 934,5 meter,” kata Jeje.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat, total panjang Jalan Purabaya-Jati mencapai 13.030 meter atau sekitar 13 kilometer.
Dari total ruas tersebut, sebanyak 6.798 meter berada dalam kondisi baik, 1.253 meter rusak ringan, 132 meter rusak sedang, dan 4.847 meter mengalami kerusakan berat.
Jeje mengatakan, pemerintah akan melanjutkan perbaikan secara bertahap hingga seluruh ruas jalan berada dalam kondisi baik. Untuk menyelesaikan seluruh kerusakan tersebut, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp24 miliar.
Selain perbaikan badan jalan, Jeje meminta persoalan drainase turut menjadi perhatian. Menurutnya, pembangunan jalan tanpa sistem drainase yang baik berpotensi membuat jalan kembali mengalami kerusakan.
“Insyaallah ke depannya kita akan menyelesaikan seluruh ruas jalan. Saya juga minta drainase didata dan dipikirkan. Kalau drainasenya tidak diperhatikan, nanti jalan yang sudah bagus bisa kembali rusak,” ujarnya.
Menurut Jeje, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya terpusat di wilayah utara Bandung Barat. Kawasan selatan dan wilayah terluar juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan agar masyarakat mendapatkan akses infrastruktur yang layak.
“Masih banyak daerah di selatan, khususnya wilayah terluar Bandung Barat, yang kesulitan dalam pembangunan infrastruktur. Kami berkomitmen melakukan pembangunan secara menyeluruh, tidak hanya di utara, tetapi seluruh wilayah Bandung Barat agar masyarakat bisa merasakan dampaknya,” katanya.
Ia berharap perbaikan jalan tersebut dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di kawasan selatan Bandung Barat.
“Supaya masyarakat bisa lewat sini dengan nyaman dan roda perekonomian juga bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.
Warga: Bertahun-tahun Rusak, Banyak Pengendara Terjatuh
Perbaikan Jalan Purabaya-Jati disambut baik warga yang selama bertahun-tahun harus melewati ruas jalan dengan kondisi rusak.
Salah seorang warga, Abah Didin (53), mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku baru kali ini melihat penanganan dilakukan secara serius dan menyeluruh pada sejumlah titik.
“Lumayan lama, cukup lama. Memang sebelumnya ada perbaikan, tapi belum dibetulkan secara keseluruhan. Sekarang sudah dibetulkan, alhamdulillah cukup bagus,” kata Didin, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak selama ini turut menghambat aktivitas warga. Selain digunakan untuk mobilitas sehari-hari, ruas tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat yang bekerja dan bertani.
“Dampaknya pasti ada. Kami jadi terhambat, apalagi banyak pekerjaan yang membutuhkan akses jalan ini. Banyak yang jatuh, mobil juga banyak yang terperosok di jalan,” ujarnya.
Didin berharap perbaikan tidak berhenti pada ruas yang saat ini dikerjakan. Ia meminta pemerintah melanjutkan pembangunan hingga seluruh Jalan Purabaya-Jati memiliki kondisi yang layak.
“Walaupun sekarang diperbaikinya masih sepotong-sepotong, mudah-mudahan ke depannya semakin bagus,” katanya.
Jalan Purabaya-Jati sendiri merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP) dengan sejumlah wilayah di bagian selatan Bandung Barat, di antaranya Rajamandala, Cipatat, Cipongkor, Gununghalu, Sindangkerta hingga Rongga.
Dengan kondisi jalan yang semakin baik, akses tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat
