NGAMPRAH,BBPOS- Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mendorong Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) tidak hanya menjadi wadah pengembangan seni religi, tetapi juga berperan sebagai ruang dakwah, edukasi, dan pelestarian budaya di tengah perubahan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Asep saat membuka kegiatan pelantikan kepengurusan LASQI Kabupaten Bandung Barat.
Menurut Asep, perkembangan zaman dan perubahan platform komunikasi harus diikuti dengan kemampuan beradaptasi dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Namun, perubahan tersebut tidak boleh menghilangkan nilai etika dan moral yang menjadi landasan kehidupan.
“Etika dan moral harus tetap menjadi landasan dalam setiap perkembangan zaman. Perubahan platform maupun cara berpikir tidak boleh menghilangkan nilai-nilai yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” kata Asep, Sabtu (25/9).
Ia menilai metode dakwah perlu dikemas secara lebih terbuka dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Salah satunya melalui seni dan budaya yang memiliki nilai keagamaan.
Asep juga meminta LASQI dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mendapatkan edukasi melalui kegiatan seni religi.
“Generasi yang berpendidikan dapat mengambil peran memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk kreativitas seni dan budaya,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan LASQI yang baru mampu menjaga tradisi dan mengembangkan kegiatan seni religi agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, kegiatan seni yang diarahkan pada hal-hal positif dan edukatif dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan.
“Ketika kegiatan-kegiatan tersebut diarahkan pada hal-hal yang positif dan memberikan edukasi, maka dapat menjadi jalan untuk menghadirkan kebaikan dan rahmat bagi masyarakat,” pungkasnya.


