NGAMPRAH,BBPOS- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Infeksi Influenza A di lingkungan satuan pendidikan.
Langkah tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan KBB Nomor 400.3.1/-DISDIK/2026 tentang Antisipasi dan Pencegahan Penyebaran Infeksi Influenza A di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan KBB, Imam Santoso mengatakan, surat edaran tersebut dikeluarkan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan, khususnya Influenza A, di lingkungan sekolah.
“Surat edaran ini sebagai bentuk upaya bersama untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyebaran infeksi saluran pernapasan, khususnya Influenza A, di lingkungan satuan pendidikan,” kata Imam, Kamis (24/8).
Ia mengatakan, sekolah perlu memperhatikan warga satuan pendidikan yang mulai mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri badan dan lemas.
“Peserta didik, pendidik maupun tenaga kependidikan yang sedang sakit atau mengalami gejala influenza dianjurkan beristirahat di rumah sampai kondisi kesehatannya membaik,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut penting dilakukan untuk membantu proses pemulihan sekaligus mengurangi risiko penularan kepada warga sekolah lainnya.
Imam juga meminta sekolah tidak memberikan tekanan maupun sanksi kepada peserta didik yang tidak masuk sekolah karena sakit, sepanjang ketidakhadiran tersebut disampaikan oleh orang tua atau wali sesuai ketentuan.
“Anak yang sakit jangan dipaksakan untuk masuk sekolah. Selain untuk mempercepat pemulihan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko penularan kepada siswa lainnya,” katanya.
Selain itu, Disdik juga mendorong seluruh satuan pendidikan memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Langkah tersebut meliputi mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, tidak berbagi makanan, minuman maupun alat makan, menjaga kebersihan ruang kelas serta memastikan sirkulasi dan ventilasi udara tetap baik.
“PHBS harus terus dibiasakan di lingkungan sekolah. Kebersihan tangan, etika batuk dan bersin, kebersihan ruang kelas serta sirkulasi udara harus menjadi perhatian bersama,” tutur Imam.
Ia juga mengimbau warga satuan pendidikan menggunakan masker apabila mengalami gejala infeksi saluran pernapasan namun dalam kondisi tertentu masih harus berada di lingkungan sekolah.
Imam menegaskan, apabila ditemukan peningkatan kasus sakit dengan gejala serupa dalam jumlah yang tidak biasa, pihak sekolah harus segera berkoordinasi dengan Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
“Kalau ditemukan peningkatan kasus dengan gejala yang sama dalam jumlah yang tidak biasa, sekolah harus segera berkoordinasi dengan Puskesmas atau fasilitas kesehatan dan melaporkannya kepada Dinas Pendidikan,” katanya.
Menurut Imam, langkah antisipasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah. Sebaliknya, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan bersama.
“Kami mengimbau sekolah, orang tua dan seluruh warga satuan pendidikan tetap tenang, tetapi waspada. Pencegahan harus dilakukan bersama tanpa memberikan stigma kepada warga sekolah yang sedang sakit,” pungkasnya.


