• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Senin, 19 Januari, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes KBB Luncurkan Program “30 Menit Menyelamatkan Nyawa”

by Hendry Nasir
11 Juli 2025
in Sosial
Reading Time: 2 mins read
Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes KBB Luncurkan Program “30 Menit Menyelamatkan Nyawa”
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

NGAMPRAH,BBPOS-  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “30 Menit Menyelamatkan Nyawa”. Revolusi Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) pada Kamis, 10 Juli 2025.

Acara launching ini digelar di RSIA Graha Medika Padalarang sebagai upaya konkret percepatan penurunan Angka kematian melalui optimalisasi pelayanan kegawatdaruratan obstetri berbasis respon cepat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Dr. dr. H. Ridwan Abdullah Putra, SpOG., Subsp.KFM., CH, mengatakan program tersebut lahir sebagai respon terhadap masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Bandung Barat.

Menurutnya, program ini dirancang untuk memastikan setiap kasus kegawatdaruratan obstetri dapat ditangani dalam waktu maksimal 30 menit melalui penguatan koordinasi PSC 119, rumah sakit rujukan, puskesmas, hingga komunitas ambulans.

“Program ini bertujuan untuk melindungi hak kesehatan ibu dan bayi, serta memastikan akses ke pelayanan kesehatan yang berkualitas,” katanya.

Masih kata dr Ridwan,  Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat menunjukkan, angka kematian ibu dan bayi di wilayah ini masih menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Barat.

Hal ini turut berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi di tingkat provinsi. Kondisi geografis yang cukup luas, sebaran fasilitas kesehatan yang belum merata, serta keterbatasan sarana transportasi medis menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi masih tingginya AKI dan AKB di Kabupaten Bandung Barat.

“Dengan upaya bersama dari berbagai pihak, diharapkan angka kematian ibu dan bayi dapat terus menurun, menuju target yang lebih baik untuk kesehatan ibu dan anak,” harapnya

Terpisah, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, memberikan apresiasi penuh terhadap langkah inovatif yang digagas Dinas Kesehatan melalui program “30 Menit Menyelamatkan Nyawa”.

Menurutnya, program ini sangat sejalan dengan visi misi “Amanah Bandung Barat” yang menekankan terwujudnya masyarakat yang Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.

“Program ini adalah wujud nyata upaya kita melindungi generasi masa depan, sekaligus bentuk hadirnya pemerintah untuk memberikan rasa aman bagi ibu dan bayi di Bandung Barat,”katanya.

Lebih lanjut, Bupati berharap program ini dapat menjadi pemicu perubahan budaya kerja di bidang kesehatan, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan kecepatan dan ketepatan penanganan kegawatdaruratan obstetri.

Ia juga menegaskan, pentingnya memanfaatkan teknologi informasi dan data real-time untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang cepat dan akurat di lapangan.

Ia berharap, Pelaksanaan pilot projek ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan di wilayah kecamatan yang ada di KBB. Pemerintah daerah optimis, dengan kolaborasi bersama fasilitas kesehatan, stakeholder, dan masyarakat.

“Kita optimis program ini dapat menjadi langkah nyata dalam menyelamatkan lebih banyak nyawa ibu dan bayi,” pungkasnya.

Kita ketahui, Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Dr. dr. H. Ridwan Abdullah Putra, SpOG., Subsp.KFM., CH, dan ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Direktur RSIA Graha Medika Padalarang, perwakilan Komunitas Ambulans Bandung Barat, serta dihadiri oleh Kepala Puskesmas dan Bidan Koordinator di wilayah pilot proyek dan wilayah oengembangan serta para staf Dosen dari Divisi Obstetri Sosial FK Inpad dan RSHS Bandung.

 

Tags: #kabupaten bandung barat#pemda bandung baratAki AkBdr RidwanKadinkes KBB
Previous Post

Dishub KBB Gencarkan Sosialisasi Bahaya Truk ODOL dan Pentingnya Uji Kir

Next Post

Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Bata Ringan Terguling di Tanjakan Cibeunying

Hendry Nasir

Next Post
Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Bata Ringan Terguling di Tanjakan Cibeunying

Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Bata Ringan Terguling di Tanjakan Cibeunying

Please login to join discussion
Bandung Barat Pos

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In