CIPATAT,BBPOS- Seorang pemulung bernama Asep Suherman (45) ditemukan tewas setelah tenggelam di sebuah kubangan air di area Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kamis (12/2/2026) siang.
Peristiwa tersebut menggegerkan para pekerja dan pemulung yang berada di lokasi. Korban diduga tenggelam di kubangan bekas galian proyek perluasan TPAS yang belum dirapikan.
Berdasarkan keterangan saksi, tubuh korban sempat terlihat berada di dalam air dengan kondisi kedua tangan masih bergerak, sebelum akhirnya menghilang ke dasar kubangan.
“Awalnya disangka bercanda, jadi tidak langsung ditolong. Saat dilihat kembali, korban sudah tidak terlihat,” ujar Letik, rekan kerja korban.
Mengetahui korban tenggelam, seorang pekerja yang berada di sekitar lokasi turun ke kubangan untuk memastikan kondisi korban. Setelah dilakukan pencarian singkat, tubuh Asep ditemukan di dasar kubangan dan segera dievakuasi dengan bantuan warga sekitar.
Letik mengungkapkan, sebelum kejadian sekitar pukul 11.30 WIB, korban sempat mendatangi rumahnya untuk meminta nasi dan sejumlah uang. Setelah menerima uang, korban berpamitan hendak menuju arah Cicadas. Sekitar pukul 13.00 WIB, kabar duka diterima bahwa korban telah meninggal dunia akibat tenggelam.
Kubangan tempat kejadian diketahui merupakan bekas galian tanah yang digunakan untuk pembangunan jalan di area TPAS Sarimukti yang mulai beroperasi pada 2025. Warga menyebut sebagian area kubangan cukup dangkal, namun terdapat titik-titik dalam akibat bekas pengerukan alat berat.
Peristiwa ini menjadi perhatian para pekerja dan pemulung di kawasan TPAS Sarimukti, mengingat area bekas galian tersebut belum sepenuhnya ditata dan berpotensi membahayakan keselamatan.

