CIPATAT,BBPOS- Insiden tewasnya seorang pemulung yang tenggelam di kubangan bekas galian di kawasan TPAS Sarimukti, Kamis (12/2/2026), menuai sorotan dari Ketua Ormas Sundawani DPC Cipatat, Abah Danny.
Ia mempertanyakan keberadaan kubangan yang terbentuk dari proyek perluasan TPAS tersebut dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga maupun pekerja di sekitar lokasi.
“Bekas galian yang sekarang menyerupai danau itu sebenarnya difungsikan untuk apa? Apakah untuk penimbunan sampah atau hanya menampung air? Kalau tidak ada manfaatnya, seharusnya segera ditata,” ujar Abah Danny, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, kedalaman kubangan cukup signifikan dan tidak dilengkapi pengamanan yang memadai. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko, terlebih area TPAS kerap diakses para pemulung dan pekerja setiap hari.
“Ini jelas berbahaya. Jika dibiarkan tanpa penanganan, bisa kembali menelan korban. Faktanya sekarang sudah ada korban jiwa,” tegasnya.
Abah Danny juga mempertanyakan penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan TPAS Sarimukti. Ia menilai seharusnya terdapat rambu peringatan, pembatas area, maupun langkah mitigasi lain untuk mencegah kecelakaan.
“Harusnya ada rambu larangan atau pengamanan di titik-titik rawan. Jangan sampai aspek keselamatan diabaikan,” katanya.
Ia meminta pihak proyek, pengelola TPAS, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat untuk bertanggung jawab dan segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, Abah Danny juga mendorong aparat kepolisian melakukan pendalaman guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
“Perlu ditindaklanjuti secara hukum bila memang ditemukan kelalaian. Yang terpenting, jangan sampai ada korban lagi,” pungkasnya.

