NGAMPRAH,BBPOS- Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya semakin merata. Dari total 19 kegiatan strategis yang telah dikontrakkan, progres fisiknya telah mencapai sekitar 80 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUTR KBB, Aan Sopian Gentiana, menjelaskan bahwa anggaran murni tahun 2025 untuk sektor jalan semula mencapai Rp128,8 miliar. Namun setelah penyesuaian APBD, nilai tersebut menjadi Rp74,2 miliar khusus untuk program Bina Marga.
“Totalnya sekitar Rp128 miliar yang dialokasikan untuk 19 kegiatan di berbagai wilayah Bandung Barat, baik utara, selatan, barat, maupun timur,” ujar Aan, Kamis (6/11/2025).
Menurut Aan, pemerataan pembangunan menjadi fokus utama, termasuk di wilayah pinggiran seperti Rongga, Cicadas, Cipari, hingga Mekar Wangi yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung. Sebagian besar proyek dikerjakan melalui skema e-katalog, sedangkan proyek dengan nilai di bawah Rp200 juta dilakukan lewat penunjukan langsung.
19 Proyek Strategis Jalan di Bandung Barat
Beberapa titik pekerjaan besar yang tengah berjalan di antaranya:
- Rekonstruksi Jalan Rongga–Cipari — Rp3,19 miliar
- Rekonstruksi Jalan Rongga–Cicadas — Rp2,37 miliar
- Perbaikan Jalan Wangunsari–Pasir Calung–Bojong Koneng — Rp3,9 miliar
- Perbaikan Jalan Bunijaaya–Cilangari — Rp3,75 miliar
- Perbaikan Longsoran Jalan Sindangkerta — Rp3,7 miliar
Selain itu, sejumlah ruas penting seperti Calung, Maribaya, Patrol, Jambatan, dan Wijaya juga menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
“Beberapa ruas jalan sudah mencapai progres hingga 94 persen. Seluruh kegiatan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini,” kata Aan.
Roadmap Pembangunan Hingga 2030
Data tahun 2024 mencatat, kondisi jalan di KBB terdiri dari 54,61 persen kategori baik, 18,12 persen sedang, 8,92 persen rusak ringan, dan 18,34 persen rusak berat atau sekitar 118 kilometer.
Melalui pembangunan tahun 2025, kualitas jaringan jalan meningkat 10,22 kilometer atau naik 1,58 persen dibanding tahun sebelumnya.
Aan menjelaskan, pemerintah daerah telah menyusun roadmap pembangunan jalan hingga tahun 2030 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,6 triliun.
“Estimasi kebutuhan dana per tahun mencapai Rp256 miliar pada 2026, Rp339 miliar pada 2027, Rp324 miliar pada 2028, Rp350 miliar pada 2029, dan Rp391 miliar pada 2030,” paparnya.
“Jika kebutuhan itu terpenuhi, seluruh ruas jalan di KBB akan berada dalam kondisi baik pada tahun 2030,” sambungnya.
Aan juga menegaskan, hingga tahun ini belum ada jalan desa yang diambil alih pemerintah kabupaten. Proses perubahan status jalan hanya dapat dilakukan setiap lima tahun sekali.
Bukti Nyata Janji Politik Jeje–Asep
Aan menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan ini merupakan salah satu wujud nyata dari janji politik Bupati Bandung Barat Jeje Ritchei Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail.
“Ini bukti nyata komitmen Pak Jeje dan Pak Asep bahwa salah satu penggerak utama ekonomi daerah adalah tersedianya infrastruktur jalan yang baik dan memadai,” ujarnya.
Menurutnya, pemerataan pembangunan jalan diyakini akan mempercepat mobilitas warga dan barang, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta membuka akses ke pendidikan, kesehatan, dan pariwisata daerah.
“Jalan yang baik membuka akses ekonomi dan pemerataan pembangunan,” kata Aan.
Dengan capaian 80 persen progres proyek, tahun 2025 disebutnya menjadi fase penting menuju Bandung Barat yang lebih maju dan merata hingga 2030.
“Pemkab Bandung Barat berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

