NGAMPRAH,BBPOS- Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Budaya (Disparekrafbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan kawasan Observatorium Bosscha akan mendapat perawatan berkala dan pengecatan ulang, khususnya pada kubah utama atau Dom Zeiss.
Perawatan tersebut menyasar kubah yang menaungi teleskop bersejarah Refraktor Ganda Zeiss di Observatorium Bosscha, Lembang. Pengecatan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi bangunan sekaligus mempertahankan nilai sejarah dan arsitektur cagar budaya tersebut.
Kabid Kebudayaan Disparekrafbud KBB, Taufik Kurnaefi mengatakan, pelaksanaan perawatan dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama antara Disparekrafbud KBB dengan pihak terkait.
“Bagi Kabupaten Bandung Barat (KBB), keberadaan Observatorium Bosscha bukan sekadar fasilitas penelitian astronomi, melainkan salah satu lambang daerah dan cagar budaya utama yang menjadi identitas kebanggaan masyarakat KBB,” kata Taufik, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, pelestarian Dom Zeiss menjadi salah satu prioritas untuk menjaga nilai estetika, sejarah, sekaligus fungsi utama bangunan.
Ia menjelaskan, kubah Dom Zeiss memiliki diameter sekitar 14,5 meter. Pengecatan akan menggunakan pelapis khusus yang tahan terhadap cuaca ekstrem dan dirancang untuk memantulkan radiasi sinar matahari secara maksimal.
“Lapisan ini penting untuk meminimalkan penyerapan panas di dalam kubah pada siang hari, sehingga kestabilan suhu di sekitar teleskop tetap terjaga menjelang pengamatan malam,” ujarnya.
Taufik menegaskan, sebagai bangunan cagar budaya, seluruh tahapan teknis perawatan dan pengecatan harus dikonsultasikan serta diselaraskan dengan panduan pelestarian kebudayaan.
Hal tersebut dilakukan agar proses perawatan tidak menghilangkan nilai historis maupun karakter arsitektur ikonik Observatorium Bosscha.
“Hal tersebut dilakukan agar nilai historis dan arsitektur ikonik bangunan tetap terjaga utuh,” katanya.
Ia berharap perawatan tersebut dapat memperpanjang usia pakai struktur kubah yang telah berdiri sejak 1928. Selain itu, keberadaan Observatorium Bosscha diharapkan terus mendukung pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya dan edukasi sains di Kabupaten Bandung Barat.
“Ini menjadi hal yang penting dilakukan sebagai upaya menjaga bangunan cagar budaya yang ada di Kabupaten Bandung Barat,” tandasnya.
