PADALARANG,BBPOS- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai memanaskan mesin politik menuju 2029.
Melalui agenda konsolidasi dan buka puasa bersama bertema “Satukan Langkah, Eratkan Ukhuwah, Kuatkan Partai”, bertempat di Joglo Alit, Desa Bojong Haleuang, Kecamatan Saguling pada Selasa (3/3/2026).
Ketua DPD PAN KBB, Jeje Ritchie Ismail secara terbuka memasang target ambisius 10 kursi DPRD dan posisi Ketua pada Pemilu 2029. Target tersebut, kata dia, bukan sekadar angka, melainkan simbol kebangkitan dan soliditas partai.
“Kalau target tentu setinggi-tingginya. Kita ingin 10 kursi dan Ketua DPRD KBB. Tapi yang paling utama, kita harus solid. Tidak boleh ada kubu-kubuan di internal,” tegasnya di hadapan kader dari tingkat DPD hingga DPC.
Menurut Jeje, penguatan struktur partai menjadi prioritas utama. Evaluasi dan peremajaan kepengurusan akan dilakukan, namun kader yang dinilai memiliki kinerja baik tetap dipertahankan. Konsolidasi juga menyasar hingga tingkat ranting, termasuk penguatan jaringan saksi untuk menjaga suara partai.
“Kita perkuat dari bawah. DPC, ranting, semua harus solid. Saksi juga harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya.
Terkait peta politik ke depan, PAN KBB memastikan tetap membuka ruang koalisi. Jeje berharap koalisi yang dibangun pada kontestasi berikutnya akan lebih besar dan lebih strategis.
“Kita tetap berkoalisi. Insyaallah ke depan lebih banyak. PAN juga siap menghadapi mekanisme apa pun, baik pemilihan oleh dewan maupun langsung,” katanya.
Ia juga mengakui sempat terjadi dinamika di internal partai. Namun, menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari proses pendewasaan politik.
“Yang terpenting, PAN harus kembali mendapat kepercayaan masyarakat dan benar-benar hadir memberi manfaat,” katanya,
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bandung Barat, Asep Muslim, menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Ketua DPD sekaligus kader PAN yang saat ini mengemban amanah sebagai kepala daerah.
Menurutnya, struktur partai memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mengawal setiap kebijakan serta program yang dijalankan kader PAN di pemerintahan.
“Saya kira DPD PAN akan mengawal secara penuh. Ini bukan hanya soal dukungan politik, tetapi tanggung jawab organisasi agar program Ketua DPD yang saat ini ditugaskan sebagai bupati benar-benar berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bandung Barat,” tegas Asep.
Ia menambahkan, sinergi antara struktur partai dan kepala daerah menjadi kunci agar arah kebijakan tetap sejalan dengan visi perjuangan PAN.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh program yang dijalankan tetap berpihak pada kepentingan rakyat. PAN harus hadir bukan hanya saat pemilu, tetapi juga dalam kerja nyata pemerintahan,” ujarnya.
Asep juga menekankan pentingnya soliditas internal agar dukungan politik terhadap kepala daerah berjalan konsisten dan tidak terpecah.
“Ketika partai solid, maka pengawalan terhadap kebijakan juga akan kuat. Itu komitmen kami di DPD,” pungkasnya.***

