• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Senin, 9 Maret, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

BGN Setop Dapur MBG Cipongkor, Diduga Ada Kelalaian Produksi

by Fitria Aulia
23 September 2025
in Headline, Info KBB
Reading Time: 2 mins read
Puluhan Siswa SMK Bandung Barat Keracunan Usai Santap Menu MBG
0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

CIPONGKOR,BBPOS-Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menghentikan sementara produksi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Hal tersebut setelah ratusan siswa keracunan massal. Kebijakan ini disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana usai meninjau lokasi pada Selasa (23/9/2025).

Ia mengatakan, penghentian sementara kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi menu MBG di daerah itu. Hasil peninjauan menunjukkan adanya kelalaian yang diduga menjadi pemicu insiden.

“Saya sudah meninjau SPPG-nya. Kondisinya sebenarnya bagus, hanya mungkin ada keteledoran sehingga perlu perbaikan menyeluruh. Untuk sementara saya minta dihentikan dulu,” kata Dadan.

Dadan menegaskan, BGN akan mengevaluasi pola produksi di seluruh dapur SPPG, terutama yang baru beroperasi. Ia menginstruksikan agar setiap dapur memulai produksi dalam skala kecil terlebih dahulu.

“Untuk tahap awal sebaiknya hanya melayani dua sampai tiga sekolah dulu hingga proses benar-benar terbiasa. Namun SPPG Cipari justru langsung memproduksi dalam jumlah besar, ini menjadi kesalahan teknis,” ujarnya.

Selain itu, Dadan meminta agar proses pengolahan menu MBG tidak melebihi empat jam. “Kami instruksikan makanan diproses maksimal empat hingga lima jam agar rantai distribusi lebih pendek. Bahan baku juga harus dipastikan dari pemasok yang kualitasnya baik,” imbuhnya.

Ia menekankan seluruh dapur SPPG yang telah berizin sebenarnya sudah memenuhi standar, mulai dari kebersihan, kelengkapan peralatan, hingga jumlah personel. Namun, faktor kelelahan dan keinginan mempersiapkan makanan lebih awal kerap menjadi celah terjadinya kelalaian.

“Kadang-kadang dalam pelaksanaan ada yang ingin lebih santai dengan menyiapkan bahan lebih awal, padahal itu bisa berisiko,” tandas Dadan.

Tags: #kabupaten bandung barat#pemda bandung baratBupati Bandung BaratKadinkes KBBkepala bgnKercunan makanan cipongkorsmk cipongkor
Previous Post

Puluhan Siswa SMK Bandung Barat Keracunan Usai Santap Menu MBG

Next Post

Niat Baik Presiden Tercoreng, LAKI-KBB Nilai BGN Lalai Awasi SPPG

Fitria Aulia

Next Post
Niat Baik Presiden Tercoreng, LAKI-KBB Nilai BGN Lalai Awasi SPPG

Niat Baik Presiden Tercoreng, LAKI-KBB Nilai BGN Lalai Awasi SPPG

Please login to join discussion
Bandung Barat Pos

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In