CIPATAT,BBPOS- Belasan hektare sawah di wilayah kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat terancam gagal tanam akibat saluran irigasi utama D.I Rajamandala tertutup longsor.
Empat desa tersebut diantaranya, Desa Cipatat, Desa Rajamandala Kulon, Desa Mandalasari dan Desa Mandalawangi.
Mitra pengairan Desa Mandalawangi, H. Elim, mengaku pasrah jika dalam 5 hari air masih tidak sampai ke sawah yang dikelola olehnya.
“Pokoknya kalau air tidak ada dalam 5 hari lagi, udah bangkar saya mah,” ujar Elim kepada bandungbaratpos.com, Senin (25/8/2025).
Ia menejelaskan, jika kebetulan tanaman padi itu bisa tumbuh tapi tidak akan normal seperti yang seharusnya, paling bisa menjadi buahnya itu setengahnya tidak akan sampai 100%.
“Biasanya dari 100 tumbak itu dapat 7 kwintal padi, paling sekarang mah dapat 4 kwintal, hilang 2 kwintal lebih ruginya kalau keadaan seperti ini,”katanya.
Petani lainnya juga sudah mulai pasrah lantaran mengalami hal serupa. Sedikitnya ada 6 hektare sawah di Desa Mandalawangi yang terancam gagal tanam.
Lebih jauh dirinya memohon ke Bupati Bandung Barat untuk memperbaiki saluran D.I. Rajamandala agar tidak selalu dikeluhkan oleh petani di 4 desa tersebut.
Dirinya mengaku jika petani sudah melakukan berbagai upaya dengan cara gotong royong untuk memecahkan masalah yang terjadi di D.I. Rajamandala.
“Kita para petani dari 4 desa sudah melakukan gotong royong melakukan pengerukan, mengangkat batu-batu yang menutupi saluran, membuat tanggul dari karung yang diisi tanah, hingga yang terbaru mengeruk longsoran tanah yang menutupi saluran sampai swadaya untuk membeli semen agar bisa melakukan penembokan,” paparnya.
Terpisah, kondisi serupa di alami para petani di Desa Mandalasari, ada sedikitnya 5 hektare sawah yang terancam gagal tanam akibat tutupnya saluran irigasi D.I. Rajamandala oleh longsoran tanah.
Ditenpat berbeda, Ketua P3A Desa Mandalasari, Entis mengatakan hampir 2 hektare lebih sawah yang sudah ditanam padi yang berumur 25 hari di wilayah Kampung Bungur akan mati jika tidak segera mungkin teraliri air.
“Ini salah satu contoh tanaman padi yang mulai mati, padi umur 25 hari kalau tidak segera mungkin segera di atasi,” ungkap Entis sambil menunjukan tanaman padi di salah satu sawah petani.
Dia berharap, Bupati Bandung Barat Jeje untuk meninjau langsung ke lokasi D.I. Rajamandala agar mengetahui persis persoalan yang terjadi dan menjadi permasalahan yang serius bagi para petani.
“Saya mohon Bupati Bandung Barat pak Jeje untuk meninjau ke lokasi dan cepat ok diperbaiki secepat mungkin, demi nasib para petani di di Kecamatan Cipatat, khususnya 4 desa,” pungkasnya.

