NGAMPRAH,BBPOS- Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Muhammad Mahdi, memberikan klarifikasi tegas namun tetap bijak terkait sorotan publik atas adanya kursi kosong dalam rapat paripurna penyampaian laporan Panitia Khusus (Pansus) VIII terhadap LKPJ Tahun Anggaran 2025.
Mahdi menegaskan bahwa ketidakhadiran sejumlah anggota dewan bukanlah bentuk pengabaian terhadap tugas, melainkan karena adanya agenda yang tidak dapat ditinggalkan, terutama yang berkaitan dengan kegiatan partai maupun kondisi mendesak lainnya.
Ia mengakui, dalam dinamika kelembagaan legislatif, terdapat irisan tanggung jawab antara fungsi kedewanan dan kewajiban sebagai kader partai politik. Namun demikian, pihaknya secara konsisten terus mengingatkan seluruh anggota untuk memprioritaskan kehadiran dalam forum resmi DPRD.
“Kami selalu menekankan bahwa rapat paripurna adalah forum strategis yang tidak boleh diabaikan. Kehadiran adalah bentuk tanggung jawab moral dan politik. Namun dalam praktiknya, ada kondisi tertentu yang memang tidak bisa dihindari, seperti agenda partai yang sifatnya mendesak,” ujar Mahdi usai rapat.
Meski terdapat beberapa kursi kosong, Mahdi memastikan bahwa jalannya rapat tetap sah secara aturan karena jumlah kehadiran telah memenuhi kuorum. Ia menyebutkan, sebanyak 35 anggota dewan hadir dan mayoritas merupakan anggota Pansus VIII yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap pembahasan LKPJ.
“Yang hadir ini mayoritas adalah anggota Pansus, karena mereka memiliki keterkaitan langsung dengan substansi yang dibahas. Ini menunjukkan bahwa agenda tetap berjalan dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.
Kendati demikian, Mahdi tidak menutup mata terhadap pentingnya kedisiplinan kolektif seluruh anggota DPRD. Ia menegaskan bahwa ketidakhadiran tetap menjadi catatan evaluasi, terlepas dari apakah anggota tersebut tergabung dalam Pansus atau tidak.
“Bukan berarti yang tidak masuk dalam Pansus kemudian boleh absen. Kehadiran tetap menjadi bagian dari komitmen bersama. Ini akan terus kami evaluasi agar ke depan lebih optimal,” tegasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris DPRD KBB, Riki Triadi, menambahkan bahwa ketidakhadiran sejumlah anggota juga disebabkan oleh faktor kesehatan serta agenda kepartaian yang telah terjadwal sebelumnya.
“Beberapa anggota memang dalam kondisi sakit dan ada juga yang sedang menjalankan tugas partai. Namun secara keseluruhan, kehadiran sudah memenuhi syarat kuorum sehingga rapat tetap dapat dilaksanakan sesuai ketentuan,” ujar Riki.

