CISARUA,BBPOS- Potensi pariwisata Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai dilirik investor asal Dubai, Uni Emirat Arab. Peluang investasi tersebut dibahas saat Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menerima delegasi dan investor Dubai di Dusun Bambu, Senin (21/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bandung Barat membuka peluang kerja sama investasi sekaligus memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki daerah tersebut.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, KBB memiliki beragam sektor yang dapat dikembangkan bersama investor, tidak hanya pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif, kuliner, perhotelan, pertanian hingga pengembangan usaha masyarakat.
“Bandung Barat memiliki kekayaan alam, budaya, dan potensi ekonomi yang sangat beragam,” kata Jeje, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, kawasan Lembang menjadi salah satu wilayah yang memiliki daya tarik besar untuk pengembangan pariwisata. Selain panorama pegunungan dan udara sejuk, kawasan tersebut memiliki potensi kuliner, atraksi keluarga serta aktivitas pertanian.
“Lembang sendiri menjadi salah satu kawasan wisata utama kami. Udara yang sejuk, pemandangan alam, kuliner, atraksi keluarga, hingga aktivitas pertanian menjadi bagian dari pengalaman yang bisa dinikmati wisatawan,” ujarnya.
Jeje juga menawarkan potensi wisata berbasis budaya dan kehidupan masyarakat lokal. Tradisi Sunda, kesenian, kuliner serta kerajinan dinilai dapat menjadi bagian dari pengembangan industri pariwisata KBB.
Ia berharap pertemuan dengan delegasi dan investor Dubai dapat membuka hubungan ekonomi yang lebih luas antara KBB dan Uni Emirat Arab.
“Kami melihat peluang besar untuk memperkuat hubungan antara Dubai dan Bandung Barat melalui pariwisata, investasi, ekonomi kreatif, kuliner, perhotelan, hingga pengembangan usaha masyarakat,” katanya.
Meski membuka peluang bagi investor, Jeje menegaskan pengembangan pariwisata di KBB tetap harus memperhatikan aspek lingkungan dan keberadaan masyarakat lokal.
“Kami juga berkomitmen mengembangkan pariwisata secara bertanggung jawab, dengan tetap menjaga lingkungan, budaya, dan melibatkan masyarakat lokal,” tandasnya.

