NGAMPRAH,BBPOS- Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat memastikan mayoritas hewan kurban yang beredar menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan setelah melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Berdasarkan data terbaru Dispernakan Kabupaten Bandung Barat, total hewan kurban yang telah diperiksa mencapai 11.547 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 6.127 ekor sapi, 21 ekor kerbau, 5.375 ekor domba, dan 24 ekor kambing.
Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 10.116 ekor hewan dinyatakan sehat. Rinciannya meliputi 5.477 ekor sapi, 18 ekor kerbau, 4.597 ekor domba, dan 24 ekor kambing.
Sementara itu, petugas juga menemukan 1.256 ekor hewan yang belum memenuhi syarat umur untuk dijadikan hewan kurban. Data tersebut terdiri dari 566 ekor sapi, 1 ekor kerbau, dan 689 ekor domba.
Selain faktor usia, Dispernakan turut menemukan 175 ekor hewan yang mengalami gangguan kesehatan, yakni 84 ekor sapi, 2 ekor kerbau, dan 89 ekor domba. Sedangkan untuk kategori hewan cacat, petugas memastikan nihil temuan selama pemeriksaan berlangsung.
Kepala Dispernakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Apriyanti mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara intensif di berbagai titik penjualan dan lokasi penampungan hewan kurban guna memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat memenuhi syarat kesehatan maupun syariat.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, cukup umur, tidak cacat, dan aman untuk dikurbankan,” katanya, Kamis (28/5/2026).
Menurut Wiwin, hewan yang ditemukan sakit maupun belum cukup umur langsung mendapat pengawasan khusus dari petugas agar tidak diperjualbelikan sebelum memenuhi ketentuan.
“Kami juga memberikan edukasi kepada pedagang dan peternak agar hewan yang belum cukup umur atau sakit tidak dipaksakan dijual sebagai hewan kurban,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan dalam dua tahapan, yakni ante mortem atau pemeriksaan sebelum penyembelihan dan post mortem setelah penyembelihan dilakukan.
Langkah tersebut, kata dia, penting untuk mencegah penyebaran penyakit hewan sekaligus memastikan daging kurban yang diterima masyarakat aman dikonsumsi.
“Petugas akan terus melakukan pengawasan hingga hari penyembelihan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menjalankan ibadah kurban,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menegaskan pemeriksaan hewan kurban merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat, aman dikonsumsi, dan sesuai syariat,” tandasnya.
