PADALARANG,BBPOS- Usia bukan menjadi penghalang untuk tetap berprestasi. Hal itu dibuktikan Tim Sepak Bola Legend Kecamatan Padalarang yang sukses menjuarai Piala ASKAB PSSI antar kecamatan se-Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Stadion Abipraya Rende, Kecamatan Cikalong Wetan, menjadi saksi kejayaan Padalarang pada 7 Februari lalu. Tampil solid dan penuh pengalaman, tim berjuluk Legend Padalarang itu memastikan diri sebagai yang terbaik di ajang U-45 tersebut.
Diperkuat sejumlah mantan pemain liga perserikatan, Padalarang tampil dominan sejak fase grup. Dari tiga pertandingan di Grup A, mereka menyapu bersih kemenangan dan melaju mulus ke partai final. Di laga puncak, Padalarang menaklukkan Kecamatan Cipatat dengan skor 3-1 dan memastikan gelar juara.
Selain meraih trofi juara pertama, tim Legend Padalarang juga memborong penghargaan individu dengan menyabet gelar top skor turnamen.
Manajer tim, Cecep Miftahul Jannah di dampingi Iwan Ibenk, mengapresiasi ASKAB PSSI KBB yang untuk pertama kalinya menggelar turnamen U-45 di Bandung Barat.
“Ini bukan sekadar turnamen, tetapi menjadi ajang silaturahmi para legenda sepak bola di Bandung Barat,” ujarnya.
Ia juga menyebut tim mendapat dukungan penuh dari Pemerintah, termasuk Camat Padalarang, sehingga para pemain dapat tampil maksimal.
Ke depan, pihaknya berharap turnamen ini dapat menjadi agenda tahunan sebagai wadah kebersamaan dan silaturahmi para legenda sepak bola di Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu, Ketua ASKAB PSSI KBB, Aep Nurdin, mengatakan turnamen tersebut merupakan pilot project pertama yang digagas PSSI Kabupaten Bandung Barat untuk mewadahi pemain usia 45 tahun ke atas yang masih aktif dan ingin terus berkiprah di dunia sepak bola.
“Alhamdulillah, Turnamen Legend U-45 PSSI Bandung Barat dapat terlaksana dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini menjadi pilot project kami untuk mengakomodasi para pemain legenda yang masih memiliki semangat besar terhadap sepak bola,” ujar Aep.
Turnamen ini diikuti enam perwakilan kecamatan di Bandung Barat serta satu tim tamu undangan dari luar wilayah, yakni Legend Sangkuriang FC dari Cimahi.
Menurut Aep, ajang ini tidak semata berorientasi pada prestasi, melainkan menjadi ruang silaturahmi dan sarana menjaga kebugaran bagi para pemain senior.
“Prestasi itu bonus. Tujuan utama kegiatan ini adalah silaturahmi dan menjaga kesehatan. Sepak bola tak pernah benar-benar pensiun,” pungkasnya.

