• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Kamis, 15 Januari, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

585 Orang Warga KBB Mengidap HIV, 46 Orang Diantaranya Meninggal Dunia

by Hendry Nasir
2 Oktober 2024
in Headline, Info KBB
Reading Time: 2 mins read
585 Orang Warga KBB Mengidap HIV, 46 Orang Diantaranya Meninggal Dunia
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

NGAMPRAH,BBPOS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat memaksimalkan upaya penanganan maksimal terhadap masyarakat yang terinfeksi HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Data Dinkes KBB menyebut, sejak 2020 sampai 2024 estimasi epidemi di wilayahnya mencapai 585. Dari jumlah tersebut 46 orang diantaranya meninggal dunia.

Kabid P2P Dinkes KBB, Nurul Rashihan menjelaskan, periode tahun 2020  – Agustus 2024 Orang Dalam HIV ( ODHIV)  ditemukan 585 orang dan untuk periode Januari sampai Agustus 2024 ODHIV baru ditemukan 130 orang.

“Untuk ODHIV meninggal dunia di wilayah Kabupaten Bandung Barat periode 2020 sampai Agustus 2024 tercatat 46 orang,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan terhadap orang yang mengidap HIV adalah proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek, baik medis, psikologis, maupun sosial.

“Beberapa langkah umum dalam penanganan orang dengan HIV diantaranya melakukan Diagnosis dan konseling, pengobatan antiretroviral ( ARV), dukungan Psikologis,dukungan sosial, Pencegahan penularan ” katanya.

Masih kata dia, Dinas kesehatan kabupaten Bandung Barat melalui puskesmas melakukan penanganan HIV tersebut dengan melacak dan mendata serta  melaporkan orang-orang yang diduga mengidap HIV.

“Dari semua yang terpapar HIV sudah tertangani dan sudah terdaftar. Penanganan  yang pertama kepada pasien untuk mau di obati, jadi yang sedang pengobatan itu sekitar 300 karena kesadaran dan yang 200 masih menunggu untuk diobati ,” ujarnya

Selain itu Nurul menjelaskan HIV, atau Human Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh Virus ini dapat ditularkan melalui beberapa cara.

” Virus HIV bisa  dapat ditularkan melalui hubungan seksual , Cairan Tubuh:  HIV dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah, sperma, cairan vagina, dan ASI dari orang yang terinfeksi HIV.”  Jelasnya.

Selanjutnya Ia juga membeberkan agar masyarakat paham bahwa cara penularan virus HIV itu berbeda

” Karena cara penularannya HIV itu beda, kita ngobrol juga tidak akan tertular atau bersentuhan kulit juga tidak akan menular, bahkan berbagi gelas minum juga tidak akan menular, Jadi semua biasa biasa saja  , itu yang masyarakat yang kurang paham,” bebernya.

Disinggung tentang orang terkena HIV apa perlu diisolasi atau tidak, Nurul menuturkan hal itu tidak perlu dilakukan.

” Kita tidak melakukan isolasi untuk mendekatkan layanan untuk penyediaan atau obat untuk itu  kita lakukan pendampingan oleh orang orang yang sesama menderita HIV, untuk  memberikan semangat, karena orang yang terdiagnosa HIV akan mudah Stres” tuturnya.

Untuk menghindari dan meningkatnya masyarakat yang terpapar HIV , Dinas kesehatan kabupaten Bandung melakukan beberapa program dimana program tersebut sasarannya Populasi Kunci, Populasi Khusus,Populasi Rentan.

” Populasi Kunci adalah kelompok masyarakat yang perilakunya beresiko tertular dan menularkan HIV  dan IMS yang meliputi PSK, pengguna NAPZA Suntik, Waria dan hubungan sesama jenis laki dan laki.”  Terangnya

Lanjut Nurul adapun Strategi Dinas kesehatan dalam penanggulangan  agar tidak meningkat yaitu dengan melakukan beberapa hal.

” Adapun Strategi nya adalah pertama Melakukan skrining deteksi dini HIV pada kelompok beresiko ,Pengembangan layanan  perawatan dukungan dan pengobatan HIV, Melakukan Tracing ODHIV baru ditemukan belum akses ARV dan ODHIV Lost to Follow Up ”  paparnya.

Sambung Nurul selain itu strategi nya  juga Bekerjasama dengan LSM penjangkau lapangan, Pendamping Sebaya, kelompok dukungan sebaya, kader/masyarakat untuk melakukan penjangkauan kelompok beresiko (populasi kunci) untuk tes HIV, pendampingan psikososial  terhadap ODHIV untuk tetap akses ARV, Memantau keberhasilan pengobatan melalui pemeriksaan Viral load,

Tags: #kabupaten bandung barat#pemda bandung baratDinkes kbbHIV AIDS
Previous Post

Tiga Pelaku Geng Motor yang Tewaskan Satu Orang di Bandung Barat Ditangkap

Next Post

Polres Cimahi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Hendry Nasir

Next Post
Polres Cimahi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Polres Cimahi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Please login to join discussion
Bandung Barat Pos

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In