CIPATAT,BBPOS- Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Diskopukm) Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyerahkan Akta pendirian dan Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan Ham Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk 18 Desa di dua Kecamatan, KBB, Selasa, (22/7/2025).
Dua Kecamatan itu. yakni, Kecamatan Saguling dan kecamatan Cipatat. Dalam kesempatan itu turut hadir ketua KDMP, serta para Kepala Desa.
Kepala Bidang Diskopukm, Rahmat Bahtiar mengatakan pihaknya telah menyerahkan akta Pendirian tersebut kepada seluruh pengurus KDMP. Selain itu, sekaligus membawa calon mitra koperasi desa merah putih dari logistik dan perbankan yang memungkinkan nanti bisa bermitra untuk pengembangan operasional KDMP di wilayahnya masing-masing.
”Kami menekankan kepada calon mitra ini agar senantiasa membantu perkembangan koperasi desa merah putih.Bukan dalam rangka kerjasama kemitraannya saja tapi juga dalam tata kelola manajemennya, tata kelola keuangannya, bagaimana mereka memiliki perangkat yang mungkin bisa dimanfaatkan oleh koperasi-koperasi tadi,” Ujarnya.
Rahmat juga, mendorong untuk pertumbuhan perekonomian di wilayah seluruh desa yang ada di wilayah Kecamatan Cipatat dan Kecamatan Saguling untuk bisa memanfaatkan kemitraan ini.
”Jadi baik melalui perorangan, BUMDES maupun UMKM nya itu bisa mengembangkan kemitraan ini memanfaatkannya untuk bisa tumbuh bersama,”katanya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, pengurus Kopdes harus menginventarisasi sumber daya manusia (SDM) untuk penguatan kapabilitas kelembagaan dan kapasitas usaha Kopdes Merah Putih.
Salah satunya, mementingkan kebutuhan masyarakatnya sehingga koperasi ini bisa melakukan usaha yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. misalnya, kebutuhan akan sembako, obat-obatan, pertanian ada kebutuhan pupuk, bibit dan lainnya.
Oreintasi kedua, bagaimana menciptakan produk-produk unggulan di wilayah desanya. Sehingga potensi tadi akan otomatis mengangkat nama besar desanya masing-masing.
Ia berharap, Koperasi Desa Merah Putih harus beroientasi pada kebutuhan masyarakat dan menciptakan produk-produk unggulan diwilayahnya.
“Jadi yang paling penting kondisi lingkungan akan memiliki dampak yang kuat terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial yang ada di wilayahnya masing-masing,” Pungkasnya.

