CIBURUY,BBPOS- Warga terdampak revitalisasi Situ Ciburuy mulai menagih kejelasan janji relokasi dari pemerintah. Enam bulan setelah pembongkaran rumah pada 18 September 2025, puluhan warga hingga kini masih bertahan di rumah kontrakan tanpa kepastian tempat tinggal tetap.
Sejak penertiban kawasan bantaran situ dilakukan, warga kehilangan hunian dan bergantung pada rumah sewaan. Kondisi tersebut memicu keresahan, terutama terkait kemampuan membayar biaya kontrakan setiap bulan.
Dewi (29), warga Kampung Ciburuy RT 01 RW 06, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang mengaku terus diliputi kekhawatiran akan biaya hidup yang kian menekan.
“Setiap bulan pasti kepikiran bayar kontrakan. Takut kalau tidak bisa bayar, harus pindah lagi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia mengatakan sempat menerima bantuan kadeudeuh sebesar Rp10 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, dana tersebut kini telah habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sewa rumah.
“Awalnya cukup membantu, tapi sekarang sudah habis. Kami bingung harus bagaimana ke depan,” katanya.
Menurut Dewi, saat proses pembongkaran berlangsung, warga sempat dijanjikan relokasi ke tempat yang lebih layak. Janji tersebut menjadi alasan warga menerima penertiban saat itu.
“Dulu kami dijanjikan akan direlokasi. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ucapnya.
Meski demikian, warga menegaskan tetap mendukung program revitalisasi Situ Ciburuy karena dinilai penting bagi penataan kawasan. Namun, mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait relokasi.
“Kami mendukung programnya, tapi kami juga butuh kepastian. Kami kehilangan rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Desa Ciburuy, Yadi, membenarkan bahwa pihaknya terus menerima keluhan warga terkait kondisi tersebut. Pemerintah desa, kata dia, telah menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah daerah dan provinsi.
“Mereka butuh kepastian, terutama soal tempat tinggal. Keluhan itu hampir setiap hari kami terima,” kata Yadi.
Ia menambahkan, pemerintah desa hanya berperan sebagai penghubung dan berharap ada solusi konkret dalam waktu dekat.
“Kami berharap ada langkah yang jelas dan manusiawi agar warga tidak terus hidup dalam ketidakpastian,” pungkasnya.


