PADALARANG,BBPOS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menggelar buka puasa bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Masjid Agung As-Sidiq, Senin (23/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dan Wakil Bupati Asep Ismail.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengungkapkan rasa syukur karena momentum satu tahun kepemimpinannya bertepatan dengan bulan Ramadan.
“Alhamdulillah hari ini kita mengadakan buka bersama sekaligus tasyakur satu tahun kepemimpinan saya dan Pak Asep Ismail memimpin Bandung Barat,” ujar Jeje.
Menurutnya, pada tahun pertama menjabat, sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan, sementara angka kemiskinan dan pengangguran tercatat menurun.
Jeje menjelaskan, pada tahun pertama pemerintahannya fokus pada tiga sektor utama, yakni infrastruktur, pendidikan, dan penanganan sampah.
“Di sektor infrastruktur, kami telah mengerjakan 19 ruas jalan. Kemudian di sektor pendidikan, dilakukan perbaikan sejumlah sekolah serta pembangunan ruang kelas baru. Termasuk penanganan persoalan sampah yang terus kami benahi,” katanya.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pihak, mulai dari OPD, DPRD, hingga masyarakat. Meski demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pada tahun berikutnya.
“Ke depan kami tetap fokus pada infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan,” tambahnya.
Terkait implementasi visi dan misi AMANAH, Jeje menyebut pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Beberapa program, seperti pemberian insentif bagi marbot, telah direalisasikan pada tahun pertama.
“Insyaallah ke depan akan kami tata lebih dalam lagi. Mana yang belum tercapai akan menjadi fokus kami berikutnya,” ujarnya.
Soal janji politik, Jeje memastikan program perbaikan jalan, renovasi tempat ibadah, hingga rumah tidak layak huni (rutilahu) tetap menjadi prioritas.
“Laporan mengenai rutilahu cukup banyak setiap hari. Tentu ini perlu kolaborasi dengan pemerintah pusat, apalagi ada kebijakan pemotongan anggaran yang menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan visi misi secara penuh,” tandasnya.


