• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Minggu, 12 April, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Refleksi Satu Tahun Jeje–Asep, Holid Nurjamil: Fondasi Sudah Ada, Terobosan Masih Ditunggu

by Fitria Aulia
20 Februari 2026
in Headline, Info KBB
Reading Time: 2 mins read
Refleksi Satu Tahun Jeje–Asep, Holid Nurjamil: Fondasi Sudah Ada, Terobosan Masih Ditunggu

Pasangan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail,Foto :dok forkompim.

0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

NGAMPRAH,BBPOS- Ketua Pusat Kajian Politik, Ekonomi, dan Pembangunan, Holid Nurjamil, menilai satu tahun kepemimpinan Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail di Kabupaten Bandung Barat menunjukkan sejumlah capaian makro yang patut diapresiasi, namun belum sepenuhnya menjawab tantangan struktural daerah.

Menurut Holid, data resmi dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung Barat dan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat memperlihatkan adanya perbaikan di beberapa indikator, seperti penurunan angka kemiskinan dan membaiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“IPM naik dari 70,77 menjadi 71,65. Ini tentu kemajuan, tetapi peningkatannya belum signifikan jika dibandingkan dengan laju peningkatan di tingkat provinsi. Artinya, Bandung Barat masih perlu akselerasi agar tidak tertinggal,” ujar Holid, Jumat (20/2/2026).

Ia juga menyoroti penurunan angka kemiskinan dari 10,49 persen menjadi 9,87 persen sebagai capaian positif. Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa Barat yang berada di kisaran 7 persen.

“Penurunan ini menunjukkan ada kerja nyata, tetapi pekerjaan rumahnya masih besar. Kesenjangan dengan rata-rata provinsi harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka yang turun tipis menjadi 6,6 persen dinilai masih mencerminkan tantangan struktural pasar kerja. Begitu pula dengan rasio Gini di angka 0,4 yang menunjukkan ketimpangan pendapatan masih cukup terasa, terutama antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

Holid menilai pertumbuhan ekonomi 4,94 persen pada 2025 relatif stabil, namun sedikit melambat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan PDRB per kapita memang terjadi, tetapi masih jauh di bawah rata-rata Jawa Barat.

“Ini menunjukkan bahwa daya saing ekonomi daerah belum optimal. Perlu strategi hilirisasi ekonomi lokal dan penguatan sektor produktif berbasis potensi wilayah,” katanya.

Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Holid memberikan catatan cukup tajam. Ia menilai reformasi birokrasi belum menunjukkan percepatan signifikan. Kekosongan sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama, administrasi, dan pengawas hingga Februari 2026 dinilai berdampak pada lambannya proses administrasi dan pelayanan publik.

“Birokrasi adalah mesin utama pembangunan. Jika mesinnya belum tertata optimal, maka akselerasi pembangunan tentu terhambat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti belum tampaknya inovasi daerah yang kuat, baik dalam transformasi digital pelayanan publik maupun pengembangan ekonomi berbasis teknologi lokal.

Menurutnya, satu tahun memang belum cukup untuk melakukan transformasi besar, tetapi sudah cukup untuk menunjukkan arah dan terobosan strategis yang jelas.

“Kepemimpinan daerah membutuhkan keberanian mengambil keputusan dan konsistensi kebijakan. Masyarakat menunggu lompatan, bukan sekadar stabilitas,” tambahnya.

Meski demikian, Holid menegaskan bahwa satu tahun pertama ini dapat menjadi fase konsolidasi dan pemetaan persoalan riil di masyarakat. Ia berharap ke depan visi Amanah yang diusung Jeje–Asep dapat diwujudkan melalui kebijakan yang lebih tajam, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

“Fondasi sudah ada, tetapi momentum percepatan harus segera dibangun. Tahun kedua akan menjadi penentu arah kepemimpinan ini,” pungkasnya.

Tags: #kabupaten bandung barat#pemda bandung baratBupatiBupati Bandung BaratHolid nurjamilJeje Ritchie Ismailsatu tahun bupati kbb
Previous Post

Menteri Agama Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Next Post

BAZNAS KBB Targetkan Penghimpunan Zakat Rp7,5 Miliar

Fitria Aulia

Next Post
Baznas KBB Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah untuk Ramadan 2026, Ini Rinciannya

BAZNAS KBB Targetkan Penghimpunan Zakat Rp7,5 Miliar

Please login to join discussion
Bandung Barat Pos

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In