CIPATAT,BBPOS- Puluhan sopir ambulans dan relawan kesehatan mendatangi Mapolsek Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu malam (7/2/2026).
Mereka menuntut aparat kepolisian segera menangkap pelaku dugaan penganiayaan terhadap seorang sopir ambulance saat hendak mengantar pasien ke rumah sakit.
Korban diketahui bernama Asep (53), sopir ambulans Desa Cirawamekar. Ia diduga dipukul di bagian wajah dan dada oleh seorang pengendara mobil setelah terjadi cekcok di jalan Cirawa Nyalindung Kampung Cilimus Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat.
Asep menuturkan, peristiwa itu terjadi saat dirinya tengah membawa pasien menuju rumah sakit. Mobil ambulans yang dikemudikannya berpapasan dengan mobil pelaku di ruas jalan yang sempit.
“Karena jalannya kecil dan mobil pelaku tidak mau mengalah, saya memilih mundur ke belakang. Tapi tiba-tiba pelaku langsung memukul wajah dada saya,” ujar Asep.
Akibat kejadian tersebut, Asep langsung melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polsek Cipatat agar pelaku diproses secara hukum. Hingga Sabtu malam, puluhan sopir ambulance masih bertahan di Mapolsek Cipatat sebagai bentuk solidaritas dan desakan agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti.
Ketua Ambulans Bandung Barat Bersatu, Endang Sugandi, mengatakan kedatangan para sopir ambulans merupakan bentuk persaudaraan dan solidaritas terhadap korban.
“Alhamdulillah kaPolsek Cipatat menerima kami dengan baik. Proses hukum sedang berjalan dan kami berharap pelaku segera ditangkap,” katanya.
Ia juga menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Namun, ia berharap ada efek jera bagi pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk mendahulukan ambulans yang sedang membawa pasien,” ujarnya.
Masih kata Endang kehadiran para sopir ambulance bukan untuk membuat keributan, melainkan memastikan laporan penganiayaan diproses secara benar dan sesuai prosedur hukum.
“Mereka datang untuk memberi dukungan moral kepada korban dan memastikan hukum ditegakkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Cipatat Kompol Iwan Setiawan membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Menurutnya, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan laporan korban telah diterima.
“Kami sudah menerima laporan, melakukan visum dengan hasil luka di bagian bibir serta memar akibat pukulan di dada,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya telah memeriksa pelapor dan sejumlah saksi.
“Insya Allah kasus ini segera kami tangani dan tindak lanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para sopir ambulans untuk tetap menjaga kondusivitas dan mempercayakan penanganan kasus kepada kepolisian.
“Kami pastikan kasus ini diproses secara profesional, sesuai hukum, dan secepat-cepatnya,” pungkasnya.

