NGAMPRAH,BBPOS- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai memanaskan mesin politik menjelang Pemilu 2029.
Partai berlambang gajah itu mengklaim mendapat suntikan kekuatan baru setelah sejumlah mantan birokrat, mantan politisi, hingga kepala desa tiga periode resmi bergabung dan mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI.
Ketua DPC PSI Kabupaten Bandung Barat, Sundaya, mengatakan masuknya sejumlah tokoh tersebut menjadi modal politik penting bagi PSI untuk memperkuat basis elektoral sekaligus mempercepat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa.
“Alhamdulillah hari ini beberapa tokoh politik, baik mantan birokrat maupun mantan politisi, sudah bergabung dengan PSI. Bahkan dari Gununghalu juga ada beberapa tokoh yang resmi masuk PSI,” ujar Sundaya, Selasa (30/6).
Menurutnya, proses bergabungnya para tokoh merupakan hasil dari agenda road show politik yang dilakukan DPC PSI ke seluruh kecamatan. Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan itu juga menjadi ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat yang memiliki potensi memperbesar kekuatan politik partai.
“PSI adalah partai yang terbuka. Kami membuka ruang bagi semua golongan, komunitas, maupun tokoh masyarakat yang memiliki semangat membangun Bandung Barat bersama PSI. Kehadiran mantan birokrat, mantan anggota dewan, maupun politisi senior tentu menjadi nilai tambah karena mereka memiliki pengalaman dan kapasitas yang dapat memperkuat partai,” katanya.
Mantan politkus Gerindra yang sudah malang melintang di dunia pemerintahan tersebut optimistis tambahan kekuatan politik akan berdampak langsung terhadap peningkatan perolehan suara PSI pada Pemilu 2029.
Bahkan, partainya memasang target tidak hanya lolos ke DPRD Bandung Barat, tetapi juga membentuk fraksi sendiri hingga merebut kursi unsur pimpinan DPRD.
“Target kami jelas, PSI harus memiliki fraksi di DPRD Kabupaten Bandung Barat. Bahkan kami menargetkan bisa masuk unsur pimpinan DPRD pada 2029,” tegasnya.
Selain menggaet mantan birokrat dan politisi, PSI juga mengklaim telah merekrut sedikitnya 10 kepala desa yang telah menjabat selama tiga periode. Menurut Sundaya, para mantan kepala desa tersebut memiliki modal sosial dan basis dukungan masyarakat yang kuat.
“Mereka adalah kepala desa yang telah dipercaya masyarakat selama tiga periode. Itu menunjukkan tingkat popularitas dan elektabilitas mereka sangat tinggi. Karena masa jabatannya sudah berakhir, mereka memilih melanjutkan pengabdian melalui PSI,” ujarnya.
Ia menambahkan, para mantan kepala desa tersebut telah tersebar di berbagai daerah pemilihan di Kabupaten Bandung Barat sehingga diyakini mampu mendongkrak suara PSI secara merata.
“Kami melihat ini sebagai tambahan kekuatan elektoral. Basis suara yang sudah ada akan diperkuat lagi oleh para tokoh yang bergabung. Insya Allah target politik PSI bisa tercapai,” katanya.
Di sisi lain, Sundaya memastikan kesiapan organisasi partainya menghadapi tahapan verifikasi partai politik. Ia menyebut struktur kepengurusan PSI di Bandung Barat telah terbentuk secara penuh di seluruh wilayah.
“Saat ini kepengurusan PSI sudah lengkap di 16 kecamatan dan 165 desa. Artinya, struktur kami sudah 100 persen terbentuk sebagai persiapan menghadapi verifikasi partai maupun tahapan Pemilu mendatang,” ungkapnya.
Dengan kekuatan organisasi yang diklaim telah solid serta bertambahnya tokoh-tokoh politik yang bergabung, PSI Bandung Barat menargetkan mampu meraih sedikitnya enam kursi DPRD pada Pemilu 2029 sebagai syarat masuk jajaran pimpinan legislatif.
“Kalau berkaca pada komposisi DPRD hari ini, minimal enam kursi menjadi target kami agar PSI bisa masuk unsur pimpinan DPRD Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya.


