NGAMPRAH,BBPOS- Program penanaman jagung yang digagas Polres Cimahi di lahan-lahan tidak produktif mulai menunjukkan hasil. Hingga Juni 2026, sebanyak 377,5 ton jagung berhasil dipanen di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan 165 ton di antaranya telah diserap oleh Bulog.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
“Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program strategis pemerintah, salah satunya di sektor pertanian melalui kegiatan panen raya jagung,” kata Niko saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, Polres Cimahi menargetkan penanaman jagung seluas 1.700 hektare. Hasil panen nantinya akan diserap Bulog dengan target mencapai 2.500 ton sesuai standar kualitas yang ditetapkan, di antaranya kadar air di bawah 14 persen dan kandungan aflatoksin di bawah 50 ppb.
Menurut Niko, hingga saat ini luas lahan yang telah ditanami jagung mencapai 334,5 hektare. Dari luasan tersebut, produksi panen yang berhasil diperoleh mencapai 377,5 ton.
“Sampai saat ini yang sudah diserap Bulog sebanyak 165 ton. Program ini akan terus kami dorong sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan,” ujarnya.
Untuk menunjang produktivitas petani, Polres Cimahi juga telah menyalurkan berbagai bantuan kepada kelompok tani berupa traktor bajak, pupuk NPK, serta benih jagung hibrida unggul.
“Bantuan tersebut diberikan untuk meningkatkan kualitas hasil panen dan efisiensi pengelolaan lahan. Kami berharap seluruh bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani,” katanya.
Program tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur di Kabupaten Bandung Barat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.


