• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Rabu, 22 April, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Pemkab Bandung Barat Soroti Lonjakan Kasus HIV di Kalangan Usia Muda

by Hendry Nasir
5 Februari 2026
in Headline, Info KBB
Reading Time: 2 mins read
Pemkab Bandung Barat Soroti Lonjakan Kasus HIV di Kalangan Usia Muda
0
SHARES
67
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

PARONGPONG,BBPOS- Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyoroti meningkatnya risiko HIV/AIDS di kalangan usia muda. Oleh sebab itu, pentingnya penguatan kesadaran kesehatan sejak remaja untuk mencegah penularan sejak dini.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan Edukasi HIV/AIDS dan Deklarasi Anti Diskriminasi di SMP Negeri 1 Parongpong, Rabu (4/1/2026).

Mewakili Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Asep Ismail mengungkapkan data Dinas Kesehatan KBB yang mencatat sejak 2011 hingga 2025 telah terdeteksi 1.159 kasus HIV/AIDS. Bahkan pada tahun 2025 saja, dari 33.012 orang yang menjalani tes, ditemukan 159 kasus positif HIV.

Yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah, kata Asep, sebanyak 25 persen kasus positif HIV pada 2025 berasal dari kelompok usia 20–24 tahun. Kelompok usia tersebut dinilai sangat dekat dengan fase remaja.

“Kalau seseorang terdeteksi HIV di usia 20 tahun, besar kemungkinan perilaku berisiko itu sudah dimulai sejak usia remaja. Artinya, pencegahan harus dilakukan sekarang, sejak kalian duduk di bangku sekolah,” ujar Asep.

Ia menambahkan, meskipun saat ini kasus HIV/AIDS masih didominasi kelompok usia produktif 25–49 tahun sebesar 59 persen, tren peningkatan pada usia muda harus segera diputus agar tidak menjadi bom waktu di masa depan.

Dalam arahannya kepada para pelajar, Asep Ismail menegaskan bahwa remaja cerdas tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menjaga diri dan memahami risiko pergaulan.

“Remaja cerdas itu bukan hanya yang nilainya seratus di kelas, tapi yang tahu menjaga diri dan masa depannya. Rasa ingin tahu itu wajar, tapi jangan diarahkan ke pergaulan bebas dan narkoba yang bisa menjadi pintu masuk HIV/AIDS,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kasus HIV/AIDS kerap diibaratkan sebagai fenomena gunung es, di mana jumlah kasus yang terdeteksi jauh lebih kecil dibandingkan kondisi sebenarnya di masyarakat.

Asep Ismail menilai kehadiran pemerintah melalui Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bandung Barat di lingkungan sekolah merupakan bentuk kepedulian dan upaya perlindungan terhadap generasi muda.

“Jangan malu bertanya soal kesehatan. Lebih baik bertanya sekarang daripada tersasar di kemudian hari. Saya tidak ingin kalian menjadi angka statistik di masa depan,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan serta pembagian makanan bergizi gratis sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan peduli kesehatan remaja.

Acara ditutup dengan Deklarasi Anti Diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Asep Ismail menegaskan pentingnya menghapus stigma negatif, khususnya di lingkungan pelajar.

“Ingat, musuh kita adalah virusnya, bukan orangnya. Jauhi penyakitnya, jangan jauhi orangnya. Pelajar Bandung Barat harus berakhlak, peduli, namun tetap membentengi diri dengan iman, ilmu, dan pengetahuan,” ujarnya.

Secara resmi, Asep Ismail didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat membuka kegiatan tersebut dan berharap edukasi ini mampu melahirkan generasi muda Bandung Barat yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Tags: Bupati Bandung BaratHIV AIDSJeje Ritchie Ismailpemkab Bandungbarat kabupaten bandung barat
Previous Post

Menanti Kajian Tim Geologi, Relokasi Korban Longsor Cisarua Belum Diputuskan

Next Post

Tragedi Siswa di NTT Jadi Alarm, Dewan Perketat Pengawasan Pendidikan

Hendry Nasir

Next Post
Tragedi Siswa di NTT Jadi Alarm, Dewan Perketat Pengawasan Pendidikan

Tragedi Siswa di NTT Jadi Alarm, Dewan Perketat Pengawasan Pendidikan

Please login to join discussion
Bandung Barat Pos

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In