PADALARANG, BBPOS – Salah seorang bakal calon (balon) Bupati Bandung Barat Pamriadi digadang-gadang menjadi calon kuat PDIP.
Pamriadi ikut bursa politik Pilkada Bandung Barat untuk periode 2024-2029 ini tidak terlepas dari restu sang istri tercinta, Tuti Turimayanti
Wanita yang berhasil menjadi anggota DPRD Jawa Barat dari PDIP pada Pileg lalu ini, merestui suami tercintanya maju di Pilkada dengan beberapa catatan.
“Saya full mendorong Kang Pam, maju di Pilkada dengan beberapa catatan. Satu yang paling saya titipkan sama dia adalah, tolong kalau sudah jadi nanti (bupati) besarkan partai kita (PDIP) dan juga partai koalisi lainnya,” ujar Maya, sapaan akrab Tuti Turimayanti, saat ditemui di Kotabaru Parahyangan -Padalarang, Minggu (28/4/2024).
Membesarkan partai yang menjadi tunggangan politik dirinya menjadi anggota dewan ini, bukan berarti mengenyampingkan kepentingan masyarakat.
Menurut Maya, PDIP sebagai salah satu partai politik justru sangat peduli pada nasib masyarakatnya.
“Titipan pesan besarkan partai, sama halnya menitipkan kesejahteraan masyarakat kita,” ucap mantau Sekretaris GMNI Bandung ini
Maya berkeinginan PDIP bisa kembali pada masa kejayaannya pada saat menduduki 12 kursi dewan KBB.
Pesan inilah yang ia amanatkan pada Pamriadi, agar kelak partai berlambang moncong putih ini lebih diperhatikan.
Menanggapi pesan sang istri, Pamriadi menyatakan kesiapannya. Karena ia menyadari besar kecil sebuah parpol tergantung dari para kadernya dengan pola manajerial yang tepat.
“Akan saya buktikan itu (membesarkan PDIP), bahwa istri saya menang di Pileg 2024-pun, ya dari PDIP. Dan sampai saat ini, saya masih kader PDIP,” tandas Pamriadi, yang mengaku menjadi kader PDIP sejak tahun 1996, saat masih menjadi mahasiswa.
Pam tidak menampik jika sepak terjangnya selama inipun tidak lepas dari posisinya sebagai kader PDIP. Maka ketika pendaftaran balon Bupati Bandung Barat di sejumlah parpol, ia hanya mengambil dari PDIP.
Kalaupun dirinya harus daftar ke partai lain, salah satunya ke PKB, ia akan berkoordinasi dulu dengan DPP PDIP karena di partainya ada mekanisme yang harus ditempuh.
“Saya tidak daftar ke Demokrat, tidak daftar ke PAN yang sudah membuka pendaftaran. Tapi saya sudah membangun komunikasi dengan parpol lainnya, karena saya menyadari PDIP (KBB) hanya 5 kursi,” bebernya.
Berbicara kecenderungan koalisi, ia menyebut-nyebut nama PKB. Menurutnya, ada kesepemahaman dengan partai tersebut.
“Saya sudah berkoordinasi dengan teman-teman di PKB, saya akan mendaftar ke PKB kalau sudah ada pendaftaran. Tapi saya akan minta izin dulu ke DPP,” ungkapnya.
Ada alasan yang ia kemukakan ketika ia membangun komunikasi dengan PKB. Menurutnya, dengan partai tersebut sudah terbangun hubungan emosional dan memiliki visi misi yang sama untuk membangun KBB.
“Acara bangunan koalisi sudah terjalin dengan PKB karena se-ideologi juga. Tiga kali Pilkada, partai kita koalisi dengan PKB,” tandasnya. ***