• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Sabtu, 30 Mei, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

OPD Menghilang di Paripurna Jamsos

by Hendry Nasir
30 Januari 2026
in Headline, Info KBB, Politik
Reading Time: 1 min read
OPD Menghilang di Paripurna Jamsos
0
SHARES
76
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

NGAMPRAH,BBPOS- Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan agenda Penyampaian Laporan Panitia Khusus (Pansus) VII terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan berlangsung pincang.

Agenda strategis yang menentukan nasib perlindungan pekerja itu hanya dihadiri Wakil Bupati dan segelintir camat, sementara Bupati serta sebagian besar kepala dinas justru absen.

Minimnya kehadiran unsur eksekutif tersebut memicu interupsi keras dari Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD KBB, Iwan Ridwan, di tengah jalannya rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD KBB, Jumat (30/1/2026).

Meski sempat diwarnai interupsi, rapat paripurna tetap berjalan sesuai agenda. Namun sorotan tajam terhadap absennya kepala daerah dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) tak terelakkan.

Ditemui usai rapat, Iwan Ridwan menegaskan bahwa interupsi yang disampaikannya merupakan bagian dari mekanisme resmi sesuai tata tertib DPRD, sekaligus bentuk pengingat terhadap etika pemerintahan.

“Kenapa saya interupsi? Karena ini rapat paripurna, forum pengambilan keputusan tertinggi. Raperda ini nantinya diimplementasikan oleh dinas, tapi justru dinasnya tidak hadir,” ujar Iwan kepada awak media.

Ia menyesalkan paripurna penting tersebut hanya dihadiri Wakil Bupati, tanpa kehadiran Bupati maupun kepala OPD terkait. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terhadap komitmen eksekutif.

“Ada apa ini? Kita sedang mengesahkan Perda yang mereka usulkan sendiri. Kehadiran kepala OPD seharusnya menjadi bentuk tanggung jawab dan keseriusan,” tegasnya.

Iwan mengaku tidak mengetahui alasan absennya para kepala dinas dalam agenda sakral tersebut. Hingga rapat berakhir, kata dia, tidak ada klarifikasi maupun penjelasan resmi terkait ketidakhadiran mereka.

“Tidak ada penjelasan, tidak ada klarifikasi. Itu yang kami sayangkan,” ujarnya.

Ia menegaskan persoalan ini bukan soal kecewa atau tidak, melainkan menyangkut etika dan penghormatan terhadap lembaga legislatif.

“Ini bukan soal perasaan. Ini soal etika. Rapat paripurna adalah forum pengambilan keputusan tertinggi, dan semestinya dihormati oleh seluruh unsur pemerintah daerah,” pungkas Iwan.

Tags: #dprd kbb#kabupaten bandung barat#pemda bandung baratBupati Bandung Baratfraksi pdip kbbIwan ridwanJeje Ritchie Ismailpansus ketankerjaan
Previous Post

Raperda Jamsos Kunci Perlindungan Pekerja di Bandung Barat

Next Post

DPRD KBB Pastikan Distribusi Logistik Bencana Merata, Tak Hanya Fokus Pasirlangu

Hendry Nasir

Next Post
DPRD KBB Pastikan Distribusi Logistik Bencana Merata, Tak Hanya Fokus Pasirlangu

DPRD KBB Pastikan Distribusi Logistik Bencana Merata, Tak Hanya Fokus Pasirlangu

Please login to join discussion
Bandung Barat Pos

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In