CIPATAT,BBPOS- Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) meninjau langsung kondisi Daerah Irigasi (DI) Rajamandala di Kecamatan Cipatat, Rabu (3/9/2025).
Saluran irigasi tersebut diketahui mengairi lahan pesawahan di empat desa, yakni Desa Cipatat, Rajamandala Kulon, Mandalasari, dan Mandalawangi.
Ketua Komisi II DPRD KBB, Amung Ma’mur, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para petani tetap mendapatkan layanan irigasi secara optimal
“Setelah meninjau, dari segi kewenangan perbaikan ada di DPUTR. Kami memastikan pelayanan kepada petani tetap berjalan,” ujar Amung.
Ia menegaskan, Komisi II bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB ingin memastikan kelancaran aliran irigasi ke lahan pertanian. Menurutnya, hasil tinjauan ini akan dibawa ke rapat dewan agar segera ditindaklanjuti.
“Untuk kerusakan menjadi kewenangan PUTR. Nanti akan kami sampaikan di rapat, baik di komisi maupun di Badan Anggaran,” tambahnya.
Amung juga mengungkapkan, sebagian perbaikan sementara sudah dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Namun, upaya tersebut perlu ditindaklanjuti pemerintah agar tidak terjadi kerusakan lebih parah.
“Warga sudah melakukan perbaikan seadanya. Ke depan harus ada penanganan agar saluran tidak rusak lagi. Mudah-mudahan bisa didanai dari pusat, atau kalau tidak dari APBD,” ujarnya.
Berdasarkan informasi, terdapat empat titik saluran DI Rajamandala yang rusak akibat longsor. “Kami meninjau dua titik sebagai sampel. Yang penting substansinya sudah jelas, yaitu masyarakat harus tetap terairi,” tegas Amung.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bergotong royong menjaga dan merawat saluran irigasi. “Kalau ada saluran yang tersumbat, mari kita rawat bersama-sama,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala DKPP KBB, Lukmanul Hakim, menambahkan pihaknya akan melaporkan hasil tinjauan tersebut langsung kepada Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, sekaligus berkoordinasi dengan DPUTR.
“Kita akan laporkan ini kepada pimpinan dan kita juga akan berkodinasi dengan DPUTR KBB sebagai bahan tindak lanjut kita,” katanya.
Ditempat yang sama, Mantri Air Cipatat, Wahid, menuturkan bahwa kerusakan DI Rajamandala cukup banyak akibat bencana longsor.
“Setidaknya ada lima lokasi yang perlu diperbaiki. Kondisinya dari hulu hingga hilir sudah dangkal. Kalau tidak segera diperbaiki, petani di empat desa akan kesulitan bertani karena sumber airnya hanya dari DI Rajamandala,” pungkasnya.

