SAGULING,BBPOS- Kepolisian Sektor (Polsek) Batujajar resmi memberhentikan turnamen sepak bola Cikande Cup di Desa Cikande, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat.
Keputusan itu diambil setelah terjadi kericuhan dalam laga antarkampung (tarkam) antara tim KBP melawan FC Davi Jaya pada Sabtu (20/9/2025).
“Kami sudah mengirim tim untuk penyelidikan awal sekaligus menghentikan seluruh kegiatan pertandingan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Kapolsek Batujajar, AKP Asep Saepuloh, S.H.
Panitia Tidak Kantongi Izin
Asep menegaskan, penghentian turnamen dilakukan karena panitia tidak mengantongi izin keramaian sehingga kegiatan tersebut dinilai ilegal.
“Kita baru membuat rekomendasi ke Polres terkait izin keramaian. Karena banyak administrasi yang kurang, maka kita kembalikan ke panitia,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian sejak awal sudah mewanti-wanti panitia agar melibatkan aparat keamanan untuk mencegah potensi kericuhan.
“Sejak awal kami tekankan izin harus ada, dan pihak kepolisian maupun koramil harus dilibatkan,” ucap Asep.
ASKAB PSSI Angkat Bicara
Terpisah, Sekretaris Umum ASKAB PSSI Kabupaten Bandung Barat, Yeyet Suparna menyayangkan insiden tersebut yang mencoreng dunia sepak bola daerah.
Menurutnya, panitia turnamen biasanya wajib mengajukan surat rekomendasi ke ASKAB PSSI untuk meminta wasit resmi memimpin laga.
“Kami hanya akan memberikan rekomendasi wasit jika panitia sudah melengkapi administrasi, salah satunya izin dari kepolisian,” tegasnya.
Pentingnya Libatkan Stakeholder
Yeyet mencontohkan turnamen sepak bola di Campak Mekar yang berjalan lancar tanpa kericuhan karena melibatkan ASKAB sejak awal, mulai dari penunjukan wasit hingga pengawas pertandingan.
Ia berpesan agar panitia maupun pencinta sepak bola menjadikan insiden di Cikande Cup sebagai pelajaran berharga.
“Izin keramaian dari kepolisian dan keterlibatan stakeholder harus diutamakan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.


