CIPATAT,BBPOS- Jebolnya sempadan saluran irigasi D.I. Rajamandala di wilayah Kampung Citapen, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, meninggalkan pekerjaan rumah (PR) berat bagi para pemilik lahan sawah.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah material seperti batu, pasir, potongan kayu, hingga sampah menumpuk dan menimbun beberapa petak sawah warga.
Salah satu petani, Abah Obay Subarna (69), warga Kampung Nyomplong, mengaku mengalami kerugian cukup besar. Pasalnya, lahan yang terdampak merupakan petakan unggulan yang selama ini menjadi andalan hasil panen.
“Karena petakannya besar, hasil panennya selalu Alhamdulillah banyak. Sekarang setelah seperti itu ya rugi,” ungkapnya, Kamis (4/12/2025).
Menurut Abah Obay, jebolnya saluran tersebut membawa material dan sampah yang kini menutup sebagian besar lahan.
“Kayaknya bakal susah ditanami padi lagi,” ujarnya sambil mengernyitkan dahi.
Ia berharap kondisi lahan segera kembali normal sehingga bisa kembali digarap.“Bukan cuma punya Abah yang terdampak, tapi pengennya mah cepat dirapihin lagi,” katanya.
Pemdes Minta Bantuan Bupati
Terpisah, Pemerintah Desa Rajamandala Kulon telah melayangkan surat permohonan bantuan kepada Bupati Bandung Barat terkait jebolnya saluran irigasi D.I. Rajamandala.
Kepala Desa Rajamandala Kulon, Alit Nurmansyah, membenarkan bahwa surat tersebut dikirim pada 29 Oktober 2025.Langkah itu diambil atas arahan konsultan BBWS dan BP3K setelah BBWS menyatakan tidak dapat menangani kerusakan tersebut karena tidak termasuk kategori irigasi tersier.
“Tentunya saya berharap besar Pemda Bandung Barat dapat secepatnya melakukan penanganan terkait jebolnya saluran irigasi D.I. Rajamandala,” ujarnya.

