• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Jumat, 16 Januari, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Irigasi Rusak Parah, Pertanian di Cipatat Terancam Lumpuh

by adikamil
28 Agustus 2025
in Headline, Info KBB
Reading Time: 1 min read
Irigasi Rusak Parah, Pertanian di Cipatat Terancam Lumpuh
0
SHARES
54
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

CIPATAT,BBPOS- Kerusakan parah Daerah Irigasi (D.I.) Rajamandala mengancam keberlangsungan pertanian di empat desa di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada produksi padi dan kesejahteraan petani.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Cipatat, Ramdan, mengungkapkan perbaikan irigasi primer dan sekunder sudah lama diajukan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), namun belum ada respons serius.

“Banyak titik longsor di D.I. Rajamandala, dan normalisasi yang kami ajukan ke PUTR belum ditanggapi. Jika kerusakan di HM 10 tidak segera diperbaiki, lima tahun ke depan sawah di empat desa tidak akan teraliri air,” kata Ramdan, Kamis (28/8/2025).

Ia menjelaskan kerusakan terparah terjadi di Citapen, HM 10, dan Mandalasari. Bendungan di Citapen bahkan jebol akibat sedimentasi, sehingga menghambat aliran air ke Desa Rajamandala Kulon, Mandalasari, dan Mandalawangi. Kondisi ini memaksa Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mencari cara darurat, seperti menggunakan drum untuk mengairi sawah di daerah Bungur.

Menurutnya, Dinas Pertanian sebenarnya sudah melaksanakan perbaikan saluran tersier di beberapa titik, seperti Bungur, Cikalapa, Cipatat, Ciburahol, Kertamukti, dan Sarimukti. Namun, perbaikan irigasi primer dan sekunder sepenuhnya menjadi kewenangan PUTR.

“Koordinasi dengan pihak PU sudah sering dilakukan, termasuk dengan Pak Wahid. Bahkan kabarnya pengajuan perbaikan sudah diajukan beberapa kali, tetapi tanggapannya belum serius,” tambah Ramdan.

Ia menegaskan jika tidak segera ditangani, kerusakan irigasi ini berpotensi menimbulkan dampak serius, mulai dari penurunan produksi padi, kerugian ekonomi petani, hingga potensi krisis pangan dan konflik sosial akibat perebutan air.

Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan agar keberlangsungan pertanian di Cipatat tetap terjaga.

Tags: Bupati Bandung BaratCipatatDinas Pertaniandinas putrdkpp bandung baratIrigasi di rajamandalairigasi pertanian
Previous Post

Proyek Irigasi Perpompaan Rp112 Juta di Cipatat Jadi Sorotan: Petani Menjerit, Sawah Tetap Kering Kerontang

Next Post

Dua Pejabat Bandung Barat Masuk 10 Besar Nasional PKN II LAN Jatinangor

adikamil

Next Post
Dua Pejabat Bandung Barat Masuk 10 Besar Nasional PKN II LAN Jatinangor

Dua Pejabat Bandung Barat Masuk 10 Besar Nasional PKN II LAN Jatinangor

Please login to join discussion
Bandung Barat Pos

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In