• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Sabtu, 25 Juli, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Hunian Tetap Tak Kunjung Pasti, Korban Longsor Pasirlangu Minta Relokasi Mandiri

by Fitria Aulia
24 Juli 2026
in Headline, Info KBB, Seputar Desa
Reading Time: 1 min read
Hunian Tetap Tak Kunjung Pasti, Korban Longsor Pasirlangu Minta Relokasi Mandiri
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

CISARUA,BBPOS- Sebanyak 32 keluarga korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengusulkan relokasi mandiri karena tidak ingin menunggu hingga 2027 untuk mendapatkan hunian tetap.

Usulan tersebut muncul setelah relokasi permanen yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bandung Barat diperkirakan baru dapat direalisasikan pada 2027 akibat keterbatasan anggaran.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengatakan pemerintah desa telah menyampaikan rekomendasi dan surat pengajuan kepada Pemkab Bandung Barat agar opsi relokasi mandiri dapat dipertimbangkan.

“Untuk relokasi diperkirakan kewajiban Pemerintah Kabupaten Bandung Barat itu kesanggupannya di tahun 2027,” ujar Awaludin, Jumat (24/7).

Menurutnya, warga terdampak saat ini mendapatkan bantuan uang sewa rumah sebesar Rp600 ribu per bulan selama sembilan bulan. Namun, bantuan tersebut dinilai hanya menjadi solusi sementara karena warga tetap membutuhkan kepastian tempat tinggal permanen.

Berdasarkan hasil musyawarah desa, sebagian besar warga mengusulkan agar diberikan kesempatan untuk melakukan relokasi secara mandiri. Lokasi relokasi tetap diharapkan mempertimbangkan akses warga terhadap pekerjaan dan sumber mata pencaharian.

“Karena dari 32 rumah ini banyak yang usul, relokasi dari Pemkab Bandung Barat terlalu lama kalau realisasinya tahun 2027,” katanya.

Awaludin mengatakan, pengalaman relokasi korban bencana di sejumlah daerah menjadi salah satu pertimbangan warga. Relokasi yang terlalu jauh dari sumber penghidupan dikhawatirkan membuat hunian baru tidak ditempati karena warga kesulitan mempertahankan mata pencaharian.

“Karena banyak daerah yang kena bencana, pemerintah sudah berupaya menempatkan di suatu lokasi, ternyata ada yang tidak diisi karena jauh dari mata pencaharian,” ujarnya.

Sementara itu, kebutuhan lahan untuk relokasi permanen warga Pasirlangu diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Lahan tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk membangun hunian, tetapi juga harus mencakup fasilitas umum, fasilitas sosial, dan ruang terbuka hijau.

Sebagai solusi sementara, Pemerintah Desa Pasirlangu juga berupaya memulihkan perekonomian warga terdampak dengan memanfaatkan donasi yang telah terkumpul.

“Untuk memulihkan ekonomi, sejumlah lahan yang masih dapat dimanfaatkan mulai dibenahi dan ditanami kembali,” pungkasnya.

Tags: #kabupaten bandung baratbanjir cisaruabantuan korban longsorbencana longsorBupati Bandung BaratPemkab bandung baratrelokasi
Previous Post

Terbentur Anggaran, PJU Kertamukti Baru Diusulkan Tahun Depan

Fitria Aulia

Please login to join discussion
Bandung Barat Pos

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In