NGAMPRAH,BBPOS- Sebanyak 6 orang Dosen Prodi Pendidikan Matematika IKIP Siliwangi melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMA Darul Falah, Kabupaten Bandung Barat, pada hari Rabu, 7 Mei 2025.
Keenam dosen tersebut yakni Dr. Nelly Fitriani, M. Pd selaku Ketua Prodi Pendidikan Matematika, Risma Amelia, M.Pd Sekretaris Fakultas Pendidikan Matematika dan Sains.
Selain itu, ada juga Puji Nurfauziah, M.Pd Sekretaris Prodi Pendidikan Matematika, Dr. Rippi Maya, M.Pd, Usman Aripin, M.Pd, dan Linda, M.Pd.
Ketua Prodi Pendidikan Matematika IKIP Siliwangi, Dr. Nelly Fitriani, M. Pd mengatakan, tema yang diusung dalam kegiatan pengabdian tersebut yaitu Workshop Media Pembelajaran berbasis IT dengan menggunakan Augmented Reality bagi Siswa SMA Darul Falah.
“Peserta kegiatan ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Darul Falah dengan jumlah peserta kurang lebih sebanyak 600 siswa,” katanya.
Ia menambahkan, Di era digital yang berkembang pesat saat ini, pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh banyak siswa membutuhkan pendekatan pembelajaran inovatif agar lebih mudah dipahami, menarik, dan menyenangkan,” katanya.
“Salah satu solusi inovatif adalah dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR), yang dapat membantu siswa memvisualisasikan konsep-konsep abstrak matematika secara nyata dan interaktif,” sambungnya.
Masih kata dia, Workshop ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh dosen pendidikan matematika untuk memperkenalkan dan melatihkan pemanfaatan media pembelajaran berbasis IT khususnya Augmented Reality kepada siswa SMA Darul Falah.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa serta motivasi dan pemahaman mereka terhadap materi-materi matematika melalui pendekatan visual dan interaktif,” katanya.
Ia menegaskan, berdasarkan observasi dan umpan balik peserta, workshop ini sangat diminati dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
“Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mencoba teknologi AR dan menyatakan bahwa visualisasi objek matematika sangat membantu mereka dalam memahami konsep, terutama materi geometri dan transformasi,” katanya.
“Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan serta ketertarikan mereka untuk mengeksplorasi teknologi pembelajaran secara mandiri,” sambungnya.
Ia berharap, workshop ini menjadi langkah awal dalam mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika di sekolah.
“Ke depannya, kegiatan serupa dapat diperluas ke topik-topik matematika lainnya dan diikuti dengan pelatihan untuk guru agar implementasi media AR dapat berkelanjutan di lingkungan sekolah,” tandasnya.

