LEMBANG,BBPOS- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memprioritaskan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di area rawan kecelakaan dan kejahatan demi meningkatkan keselamatan lalu lintas.
Pemasangan dilakukan di sejumlah titik krusial seperti jalan kabupaten dan jalan poros desa agar masyarakat dapat berkendara dengan aman, terutama pada ruas jalan yang sering terjadi kecelakaan.
Berdasarkan data Dishub KBB, hingga pertengahan November 2025 progres pemasangan PJU telah mencapai sekitar 70 persen dari total 316 titik yang ditetapkan pada tahun ini.
Kabid Teknik Prasarana Dishub KBB, Heri Aripin, mewakili Kepala Dishub Mochamad Ridwan, menyampaikan bahwa program tahun ini difokuskan pada wilayah tengah, selatan, dan utara Bandung Barat. Prioritas utamanya adalah ruas yang sering dilalui kendaraan dan memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Pemasangan PJU berasal dari aspirasi masyarakat dengan sistem first in, first out. Siapa yang lebih dulu mengajukan, itu yang diprioritaskan,” ujar Ridwan saat meninjau pemasangan PJU di Kampung Cibedug, Desa Cikole, Kecamatan Lembang.
10 Ribu Usulan, Hanya 316 yang Memenuhi Kriteria
Ridwan menjelaskan, sejak 2023 hingga 2024 terdapat 10 ribu proposal dari masyarakat. Namun hanya 316 titik yang bisa direalisasikan karena banyak usulan berada di gang sempit atau area persawahan yang tidak termasuk jaringan jalan kabupaten.
Meski begitu, Dishub tetap berkomitmen melakukan pemerataan sesuai kemampuan anggaran daerah.
Saat ini total PJU yang telah terpasang di Bandung Barat mencapai 11 ribu titik cahaya, sementara kebutuhan idealnya lebih dari 21 ribu titik. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 10 ribu titik yang harus dipenuhi secara bertahap.
Ajukan 667 Titik Baru untuk Tahun 2026
Untuk tahun 2026, Dishub KBB telah mengajukan pemasangan 667 titik PJU baru di berbagai ruas jalan strategis. Namun titik yang dipilih harus dipastikan tidak akan terkena rencana pelebaran jalan.
“Kami tidak ingin kejadian sebelumnya terulang. Tiang PJU sudah terpasang, tapi kemudian jalan diperlebar sehingga harus dibongkar dan menimbulkan biaya tambahan. Karena itu status jalannya harus dipastikan dulu,” terang Ridwan.
PJU untuk Keamanan Warga
Ridwan menegaskan bahwa penerangan jalan bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut rasa aman dan kenyamanan warga.
“Kami ingin jalan-jalan di Bandung Barat tidak lagi menakutkan di malam hari. Semua demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” katanya.
Ia juga memastikan setiap PJU yang terpasang memenuhi standar mutu serta diprioritaskan untuk perawatan berkelanjutan.
Ridwan mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas PJU agar tidak terjadi pencurian kabel maupun perusakan.
“Pemerintah yang membangun dan memelihara, tapi masyarakat sebagai penerima manfaat harus ikut menjaga,” pungkasnya.

