PADALARANG,BBPOS- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengunjungi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam kunjungan tersebut, memantau secara langsung kesiapan operasional koperasi menjadi perhatian, terutama terkait ketersediaan barang kebutuhan pokok agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Wawendagri Bima Arya mengatakan, sebanyak 107 titik KDKMP dikunjungi para menteri dan wakil menteri pada hari yang sama untuk melihat secara langsung kesiapan operasionalisasi koperasi tersebut.
Diantaranya, kesiapan pengecekan meliputi sistem pengelolaan, barang-barang yang didistribusikan melalui badan usaha milik negara (BUMN), hingga sinergi antara unsur pemerintahan dan pengelola koperasi.
“Kita cek sistemnya, kita cek juga barang-barang yang didistribusikan dari BUMN. Kita cek juga bagaimana sinergi antara Forkopimda, para pimpinan, dan aparatur di desa,” ujar bima ditemui dilokasi, Kamis (15/10).
Menurutnya, terdapat tiga unsur penting yang harus bersinergi dalam operasionalisasi KDKMP, yakni kepala desa, ketua koperasi, dan manajer operasional. Ketiganya memiliki peran penting dalam memastikan koperasi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Ketiga unsur ini harus bersinergi. Kami juga terus mengevaluasi sejauh mana kebutuhan volume barang yang dibutuhkan warga, apakah sudah terpenuhi, serta masukan-masukan lainnya,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga menerima sejumlah masukan dari masyarakat untuk menyempurnakan operasionalisasi koperasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan stok barang kebutuhan pokok agar tidak mengalami kekurangan.
Bima menyebut, masyarakat meminta agar pasokan barang, terutama gas, dapat ditambah sesuai kebutuhan warga. Pasalnya, pengiriman sebanyak 30 tabung gas dalam satu kali distribusi dinilai masih belum mencukupi.
“Warga meminta agar stok jangan pernah kurang. Bahkan, ada permintaan agar pasokan gas ditambah karena 30 tabung sekali pengiriman dinilai masih kurang,” ungkapnya.
Selain memastikan ketersediaan barang, Bima juga menanggapi kemungkinan KDKMP dimanfaatkan untuk mendukung penyaluran gaji aparatur sipil negara (ASN) maupun bantuan sosial (bansos).
Menurutnya, penyaluran gaji ASN melalui KDMP terbuka untuk kemungkinan ke depan. Begitu pula dengan bansos, koperasi berpotensi menjadi salah satu saluran penyaluran, meskipun bukan satu-satunya jalur.
Sementara itu, warga Cidadap, Lilis, berharap keberadaan KDKMP Desa Padalarang dapat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu, dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak goreng, dan gas.
Ia mengaku telah menyampaikan langsung aspirasinya kepada wakil menteri saat kunjungan berlangsung. Lilis berharap ketersediaan barang di koperasi selalu terjaga sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari.
“Tadi kami memberikan pesan kepada Wamen, jangan sampai langka seperti gas, beras, minyak. Stoknya harus banyak,” katanya.
Lilis menilai, ketersediaan stok yang memadai menjadi hal penting agar keberadaan KDKMP benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia berharap koperasi tersebut bisa mempermudah warga dalam memperoleh kebutuhan pokok, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Semoga dengan adanya KDKMP ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan dan mempermudah pembelian kebutuhan pokok sehari-hari,” pungkasnya.
