CISARUA,BBPOS- Sebanyak 32 keluarga korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengusulkan relokasi mandiri karena tidak ingin menunggu hingga 2027 untuk mendapatkan hunian tetap.
Usulan tersebut muncul setelah relokasi permanen yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bandung Barat diperkirakan baru dapat direalisasikan pada 2027 akibat keterbatasan anggaran.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengatakan pemerintah desa telah menyampaikan rekomendasi dan surat pengajuan kepada Pemkab Bandung Barat agar opsi relokasi mandiri dapat dipertimbangkan.
“Untuk relokasi diperkirakan kewajiban Pemerintah Kabupaten Bandung Barat itu kesanggupannya di tahun 2027,” ujar Awaludin, Jumat (24/7).
Menurutnya, warga terdampak saat ini mendapatkan bantuan uang sewa rumah sebesar Rp600 ribu per bulan selama sembilan bulan. Namun, bantuan tersebut dinilai hanya menjadi solusi sementara karena warga tetap membutuhkan kepastian tempat tinggal permanen.
Berdasarkan hasil musyawarah desa, sebagian besar warga mengusulkan agar diberikan kesempatan untuk melakukan relokasi secara mandiri. Lokasi relokasi tetap diharapkan mempertimbangkan akses warga terhadap pekerjaan dan sumber mata pencaharian.
“Karena dari 32 rumah ini banyak yang usul, relokasi dari Pemkab Bandung Barat terlalu lama kalau realisasinya tahun 2027,” katanya.
Awaludin mengatakan, pengalaman relokasi korban bencana di sejumlah daerah menjadi salah satu pertimbangan warga. Relokasi yang terlalu jauh dari sumber penghidupan dikhawatirkan membuat hunian baru tidak ditempati karena warga kesulitan mempertahankan mata pencaharian.
“Karena banyak daerah yang kena bencana, pemerintah sudah berupaya menempatkan di suatu lokasi, ternyata ada yang tidak diisi karena jauh dari mata pencaharian,” ujarnya.
Sementara itu, kebutuhan lahan untuk relokasi permanen warga Pasirlangu diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Lahan tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk membangun hunian, tetapi juga harus mencakup fasilitas umum, fasilitas sosial, dan ruang terbuka hijau.
Sebagai solusi sementara, Pemerintah Desa Pasirlangu juga berupaya memulihkan perekonomian warga terdampak dengan memanfaatkan donasi yang telah terkumpul.
“Untuk memulihkan ekonomi, sejumlah lahan yang masih dapat dimanfaatkan mulai dibenahi dan ditanami kembali,” pungkasnya.
