NGAMPRAH,BBPOS- Kontestasi Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, mulai memunculkan sejumlah figur potensial.
Salah satunya adalah Deri Tri S, tokoh muda yang menyatakan kesiapannya maju dengan membawa gagasan percepatan pembangunan melalui penguatan akses politik dan kolaborasi lintas pemerintahan.
Berbeda dengan kandidat pada umumnya, Deri mengaku memiliki jaringan komunikasi yang terbangun dengan sejumlah kalangan legislatif, mulai dari DPRD Kabupaten Bandung Barat hingga DPR RI.
Menurutnya, konektivitas politik tersebut dapat menjadi instrumen strategis dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi melalui anggaran desa.
“BPD tidak hanya berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan desa, tetapi juga harus mampu menjadi penghubung aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah maupun pusat. Desa harus aktif menjemput peluang pembangunan,” ujar Deri.
Ia menilai Desa Margajaya sebagai wilayah strategis yang berada di pusat Kecamatan Ngamprah dan memiliki potensi besar untuk berkembang lebih cepat. Karena itu, diperlukan terobosan baru dalam mendorong pembangunan yang tidak semata-mata bergantung pada Dana Desa maupun APBDes.
Dalam visi yang diusungnya, Deri berkomitmen memperkuat fungsi representasi masyarakat di BPD dengan membuka jalur komunikasi yang lebih luas kepada para pemangku kebijakan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi program pembangunan yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran.
Sejumlah program prioritas yang akan diperjuangkannya antara lain peningkatan kualitas infrastruktur desa, pengembangan pelayanan publik berbasis digital, serta penguatan sektor kepemudaan dan kebudayaan.
Untuk bidang infrastruktur, Deri berkomitmen mengawal usulan pembangunan jalan lingkungan, drainase, dan fasilitas umum agar mendapat dukungan program dari pemerintah daerah maupun pusat. Sementara pada sektor pelayanan publik, ia mendorong digitalisasi administrasi desa guna meningkatkan transparansi dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap generasi muda melalui upaya membuka akses beasiswa, pelatihan keterampilan, bantuan sarana olahraga, hingga pengembangan kegiatan seni dan budaya.
Kehadiran Deri dalam bursa pemilihan BPD mendapat respons positif dari sejumlah elemen masyarakat.
Salahsatunya, Asep warga margajaya mengatakan figur muda dengan jaringan yang luas berpotensi menjadi katalisator pembangunan dan mampu memperjuangkan kepentingan warga secara lebih efektif.
“Margajaya membutuhkan sosok yang tidak hanya memahami persoalan desa, tetapi juga memiliki akses dan kemampuan membangun komunikasi dengan pemangku kebijakan di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Dengan mengusung semangat perubahan, kolaborasi, dan penguatan aspirasi warga, Deri Tri S menyatakan siap menjadi mitra kritis pemerintah desa sekaligus representasi masyarakat dalam mengawal pembangunan Desa Margajaya yang lebih maju dan berdaya saing.
