CIPATAT,BBPOS- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.
Melalui tagline “Sampahmu Tanggung Jawabmu”, warga didorong untuk aktif memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah tangga.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, Zamilia Floreta, menegaskan bahwa setiap individu yang menghasilkan sampah memiliki tanggung jawab penuh terhadap limbah yang dihasilkan.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Persampahan yang membagi pengelolaan sampah ke dalam dua aspek utama, yakni penanganan dan pengurangan.
“Penanganan menjadi tanggung jawab pemerintah, sedangkan pengurangan merupakan kewajiban seluruh masyarakat. Pemerintah memang bertugas menangani, tetapi warga juga harus berperan aktif dalam mengurangi dan memanfaatkan sampah. Kuncinya satu, yaitu dipilah,” ujar Zamilia, Rabu (22/4/2026).
Ia mencontohkan negara maju seperti Singapura yang telah menerapkan sistem pengelolaan sampah secara tegas, lengkap dengan pengawasan ketat dan sanksi bagi pelanggar. Sementara di Indonesia, pendekatan yang dilakukan masih berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi berkelanjutan.
“Di Indonesia kita masih mengedepankan edukasi dan imbauan. Salah satunya melalui program Adiwiyata, agar sejak usia sekolah anak-anak sudah terbiasa dengan budaya peduli lingkungan,” katanya.
Zamilia mengajak masyarakat untuk tidak menyerah dalam membangun kebiasaan hidup bersih. Ia menekankan bahwa langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah.
“Mulai dari hal kecil, pilah sampah di rumah minimal menjadi dua jenis, yaitu organik dan anorganik. Sampah anorganik memiliki nilai ekonomi karena bisa dijual, sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pakan maggot,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya edukasi sejak dini. Menanamkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak dinilai lebih efektif dibandingkan mengubah kebiasaan orang dewasa.
“Kesadaran harus dibangun sejak dini. Anak-anak lebih mudah dibentuk kebiasaannya, berbeda dengan orang dewasa yang cenderung sulit berubah,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Zamilia mengingatkan bahwa persoalan sampah bukan hanya isu lokal, melainkan telah menjadi masalah nasional hingga global.
“Kita jaga alam, alam jaga kita. Mari mulai dari rumah, kurangi sampah, pilah, dan manfaatkan yang masih bisa digunakan. Jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” pungkasnya.
