CIPATAT,BBPOS- Belum genap enam bulan sejak diperbaiki, jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Cipatat dan Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, kembali mengalami kerusakan parah.
Kerusakan bahkan terlihat retak dititik-titik yang sama seperti sebelumnya. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, ruas jalan tersebut baru saja diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bandung Barat pada Desember 2025 lalu.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama mobilitas masyarakat di wilayah Kecamatan Cipatat.
Salah satu warga, Wahyu, mengaku heran dengan kondisi tersebut. Ia menilai perbaikan yang dilakukan baru enam bulan dan tidak bertahan lama.
“Baru diperbaiki dengan cara ditambal Desember lalu, sekarang sudah rusak lagi. Padahal belum lama,” ujar wahyu, Rabu, (22/4).
Menurutnya, kerusakan jalan diduga disebabkan tidak adanya saluran air atau kirmir yang memadai. Akibatnya, air hujan mengalir langsung ke badan jalan dan mempercepat kerusakan aspal.
“Kirmirnya tidak ada, jadi air mengalir ke badan jalan. Itu yang bikin jalan cepat rusak. Sepertinya perbaikannya tidak maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan kondisi jalan rusak tersebut juga telah beberapa kali memicu kecelakaan lalu lintas. Warga pun mendesak pemerintah agar segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar penambalan.
“Harapannya segera diperbaiki agar tidak ada lagi korban kecelakaan. Tapi perbaikannya harus total, bukan cuma ditambal. Saluran air juga harus dibenahi supaya tidak menggenang di jalan,” tegasnya.
Selain itu, minimnya penerangan jalan umum (PJU) di lokasi turut memperparah kondisi. Warga terpaksa memasang lampu secara swadaya demi menjaga keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

