CIPATAT,BBPOS- Sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2025, Program Nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Ribuan kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita hingga kini belum menerima manfaat program tersebut.
Di Desa Sarimukti, misalnya, kelompok 3B sama sekali belum tersentuh program unggulan pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kader Pos KB Desa Sarimukti, Euis, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada satu pun kelompok 3B di desanya yang menerima program MBG. Berdasarkan data PLKB Kecamatan Cipatat, jumlah kelompok 3B di Desa Sarimukti mencapai sekitar 560 orang.
“Di Desa Sarimukti belum ada satu pun yang menerima MBG. Data di PLKB Kecamatan Cipatat mencatat sekitar 560 kelompok 3B di desa ini,” ujar Euis, Kamis (15/1/2026).
Menurut Euis, kendala utama belum tersalurkannya program MBG adalah keterbatasan dapur penyedia makanan. Dapur-dapur MBG yang saat ini tersedia disebut sudah penuh kapasitas.
“Informasinya, belum ada dapur yang bisa melayani kami karena dapur yang sudah ada saat ini kapasitasnya penuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di desa lain di Kecamatan Cipatat. Beberapa desa seperti Kertamukti, Gunung Masigit, dan Mandalawangi belum seluruh wilayah RW-nya mendapatkan program MBG, melainkan baru sebagian.
Sementara itu, Penyuluh KB UPT KB Kecamatan Cipatat, Wida Dewi, turut membenarkan bahwa masih banyak kelompok 3B di wilayah tersebut yang belum merasakan manfaat program MBG.
Berdasarkan data UPT KB Kecamatan Cipatat, total kelompok 3B di wilayah tersebut mencapai 9.737 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.695 orang telah terpenuhi program MBG, sedangkan 3.052 orang lainnya belum mendapatkan layanan.
“Kendala utamanya adalah jarak. Ada ketentuan bahwa lokasi penyaluran harus berada dalam radius maksimal 5 hingga 6 kilometer dari dapur penyedia. Jika jaraknya lebih jauh, maka belum bisa dilayani,” ungkap Wida.
Ia menambahkan, di Desa Gunung Masigit saat ini telah dibuka dua dapur MBG yang akan mulai melayani wilayah pelosok seperti Pasegan, meski kuota yang tersedia masih terbatas.
“Informasinya akan dilakukan pemerataan secara bertahap. Kelompok 3B yang belum terlayani akan dicover apabila ada dapur baru yang dibangun,” ujarnya.
Wida berharap seluruh kelompok 3B, khususnya yang berada di wilayah pelosok Kecamatan Cipatat, dapat segera terjangkau program MBG.
“Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo, wilayah pelosok justru menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini,” pungkasnya.

