• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Jumat, 23 Januari, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

1.333 Siswa di Bandung Barat Jadi Korban Keracunan Program MBG

by Fitria Aulia
25 September 2025
in Headline, Info KBB
Reading Time: 1 min read
1.333 Siswa di Bandung Barat Jadi Korban Keracunan Program MBG
0
SHARES
46
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

CIHAMPELAS,BBPOS- Kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus meluas dan belum mereda. Dalam kurun tiga hari, tercatat 1.333 siswa dari tiga klaster berbeda di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas menjadi korban.

Peristiwa ini bermula dari klaster SPPG Cijambu pada Senin (22/9/2025) dengan 411 siswa keracunan. Dua hari kemudian, Rabu (24/9/2025), jumlah korban melonjak setelah 730 siswa di SPPG Neglasari juga mengalami gejala serupa. Di hari yang sama, kasus ketiga muncul di SPPG Mekarmukti, Cihampelas, yang menimpa 192 siswa.

“Sampai sekarang masih ada terus penambahan, yang kasus dari SPPG Neglasari itu paling banyak dengan 730 anak sampai jam 12 siang tadi. Yang SPPG Cijambu 411 anak,” kata Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah saat ditemui, Kamis (25/9/2025).

Pantauan di Gor Cipongkor, yang dijadikan pusat penanganan untuk klaster Cijambu dan Neglasari, kondisi mulai berangsur sepi meski belasan siswa masih dirawat di RSUD Cililin.

“Mayoritas sudah pulang dan masih ada belasan yang dirawat di RSUD Cililin. Kita tetap siaga sampai dinyatakan aman,” ujar Yuyun.

Terpisah, Direktur Utama RSUD Cililin, Neng Siti Djulaeha, menyebut hingga kini 44 siswa masih menjalani perawatan intensif meskipun lebih dari 200 pasien sempat dirujuk sejak hari pertama kasus mencuat.

“Yang masih rawat inap ada 44, jadi 31 dari kasus kedua, dari Cihampelas dan Cipongkor. Dari kasus pertama di Cipongkor sisa 13 anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Cililin AKP DMS Andriani memastikan jumlah siswa dari klaster Mekarmukti yang menjadi korban mencapai 192 anak, sebagian di antaranya dirujuk ke RSUD Cililin.

“Sampai siang ini, sudah tercatat ada 192 anak yang diduga keracunan. Yang kondisinya agak parah dirujuk ke RSUD Cililin,” kata Andriani.

Tags: #kabupaten bandung barat#pemda bandung baratBupati Bandung BaratDinkes kbbdirut rsud cililinKasus keracunan mbgPolsek Cililin
Previous Post

Breaking News: Keracunan Makanan Kembali Menimpa Siswa di Cipongkor

Next Post

Guru Besar UIN: Modal Sosial Jadi Kunci Percepat Pengentasan Kemiskinan Desa

Fitria Aulia

Next Post
Guru Besar UIN: Modal Sosial Jadi Kunci Percepat Pengentasan Kemiskinan Desa

Guru Besar UIN: Modal Sosial Jadi Kunci Percepat Pengentasan Kemiskinan Desa

Please login to join discussion
Bandung Barat Pos

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In