CILILIN,BBPOS- Yayasan Rakyat Bantu Rakyat (RBR) Indonesia Sehat akan menggelar sunatan massal gratis bagi 100 anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan sosial tersebut dijadwalkan berlangsung di Kampung Saar Mutiara, RT 02 RW 07, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kamis (23/7).
Ketua Panitia Pelaksana, Misbah, mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari implementasi program Jaga Lembur sekaligus rangkaian menyambut satu dekade berdirinya Yayasan RBR Indonesia Sehat yang selama ini bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.
“Gerakan Jaga Lembur bertujuan memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Melalui sunatan massal ini kami ingin membantu keluarga yang membutuhkan sekaligus menghadirkan manfaat bagi anak-anak di wilayah Bandung Barat,” ujar Misbah, Kamis (16/7).
Selain tindakan khitan secara cuma-cuma, panitia juga menyiapkan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, perlengkapan ibadah berupa baju koko, konsumsi, bingkisan, serta uang saku sebesar Rp200 ribu untuk setiap peserta.
Menurut Misbah, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menghilangkan kekhawatiran anak-anak dalam mengikuti proses khitan.
Yayasan RBR Indonesia Sehat merupakan lembaga sosial yang bermarkas di Kecamatan Cililin dan dikenal aktif menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlantar di berbagai wilayah Jawa Barat. Operasional rumah singgah dan pelayanan terhadap para pasien selama ini dijalankan secara swadaya oleh para relawan.
“Kami berupaya terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Menjelang 10 tahun berdiri, kami ingin memperluas kepedulian tidak hanya kepada ODGJ, tetapi juga kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Pelaksanaan sunatan massal tersebut juga melibatkan dukungan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, relawan, serta membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Panitia berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat kurang mampu sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.


