• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Jumat, 19 Juni, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Tema HJKBB ke-19 Dipuji, Implementasi dan Logo Dinilai Belum Mewakili Semangat Amanah

by Hendry Nasir
19 Juni 2026
in Headline, Info KBB
Reading Time: 2 mins read
Pemkab Bandung Barat Luncurkan Logo Hari Jadi ke-19, Usung Semangat “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja”
0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

NGAMPRAH,BBPOS- Tema Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (HJKBB) ke-19 bertajuk “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja” mendapat apresiasi karena dinilai merepresentasikan arah pembangunan dan semangat pemerintahan yang berpihak kepada masyarakat.

Namun, pesan besar yang terkandung dalam tema tersebut dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam implementasi maupun identitas visual peringatan tahun ini.

Analis PUSKAPOLEKBANG, Asep Iyang Lukman, menilai tema HJKBB ke-19 memiliki kekuatan politik dan filosofis yang kuat karena memadukan nilai kesundaan, integritas pemerintahan, dan cita-cita kesejahteraan masyarakat dalam satu narasi pembangunan.

“Tema ini sangat relevan dengan kondisi Bandung Barat saat ini. Amanah berbicara tentang kepercayaan publik dan integritas pemerintah, sedangkan raharja adalah tujuan akhir pembangunan, yakni kesejahteraan masyarakat,” kata Asep. Jumat (19/6).

Menurutnya, pesan tersebut seharusnya tidak berhenti pada slogan seremonial, melainkan diterjemahkan secara nyata dalam kebijakan, program pembangunan, hingga identitas visual yang mampu membangun kebanggaan publik.

Meski mengapresiasi tema yang diusung, Asep menilai desain logo HJKBB ke-19 belum mampu merepresentasikan kekuatan pesan yang terkandung di dalamnya. Secara estetika dan komunikasi visual, logo tersebut dinilai belum menggambarkan semangat besar yang ingin dibangun pemerintah daerah.

“Persoalannya bukan pada tema, tetapi bagaimana tema besar itu diterjemahkan. Logo seharusnya menjadi representasi visual dari semangat amanah dan kesejahteraan yang ingin diwujudkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Bandung Barat memiliki banyak sumber daya kreatif yang seharusnya dapat dilibatkan untuk menghasilkan identitas visual yang lebih kuat dan kompetitif.

Selain menyoroti aspek visual, Asep juga mengkritisi masih terbatasnya pelibatan berbagai stakeholder dalam rangkaian peringatan hari jadi daerah. Padahal, momentum HJKBB dinilai memiliki potensi besar menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas kreatif, akademisi, hingga pemerintah desa.

“Hari jadi daerah jangan hanya menjadi agenda pemerintah. Ini harus menjadi milik seluruh masyarakat Bandung Barat sehingga partisipasi stakeholder perlu diperluas,” katanya.

Ia juga menyoroti masih terpusatnya berbagai kegiatan peringatan di wilayah Padalarang, Ngamprah, Kota Baru Parahyangan, dan Lembang. Kondisi tersebut dinilai belum mencerminkan semangat pemerataan pembangunan yang selama ini menjadi harapan masyarakat.

Menurutnya, HJKBB harus menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat pembangunan secara merata hingga ke wilayah selatan Bandung Barat yang selama ini kerap merasa tertinggal dari pusat pertumbuhan ekonomi.

“Jangan sampai masyarakat di wilayah selatan hanya menjadi penonton. Momentum hari jadi harus mampu menghadirkan pemerataan manfaat pembangunan dan menggerakkan ekonomi di seluruh kecamatan,” tegasnya.

Asep mendorong agar penyelenggaraan HJKBB ke depan dipersiapkan lebih matang dengan melibatkan lebih banyak stakeholder, memperluas lokasi kegiatan ke seluruh kecamatan, menghadirkan layanan publik terpadu, serta memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Temanya sudah kuat. Tantangannya sekarang adalah membuktikan bahwa amanah tidak hanya menjadi slogan. Masyarakat ingin melihat pembangunan yang nyata, pelayanan yang membaik, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan,” pungkasnya.

Memasuki usia ke-19 tahun, Kabupaten Bandung Barat dinilai menghadapi momentum penting untuk menjadikan peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan instrumen evaluasi sekaligus penguatan arah pembangunan daerah yang lebih inklusif, merata, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Tags: #kabupaten bandung baratBupati Bandung Barathari jadi ke-19Jeje Ritchie Ismail-Asep IsmailPemkab bandung barat
Previous Post

MTs Nurul Mukhtariyah Lepas Angkatan ke-17, Tekankan Pentingnya Ilmu dan Adab

Hendry Nasir

Please login to join discussion

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version