CIPATAT,BBPOS- Siswi kelas 2 SDN 1 Rajamandala, Salsa Putri Ramadani, menerima bantuan kursi roda hasil gerakan rereongan antara Pemerintah Kecamatan Cipatat, Pemerintah Desa Rajamandala Kulon, dan UPT Rumah Singgah Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (2/1/2025).
Diketahui, Salsa menderita osteogenesis imperfecta atau yang dikenal sebagai penyakit tulang rapuh akibat kelainan genetik langka. Meski memiliki keterbatasan fisik, Salsa tetap menunjukkan semangat tinggi untuk bersekolah. Selama ini, setiap hari ia harus dibopong oleh ibunya saat berangkat ke sekolah.
Kepala UPT Rumah Singgah Dinas Sosial KBB, Sutarya, mengungkapkan pihaknya telah melakukan asesmen dan melaporkan kondisi Salsa ke Dinas Sosial beberapa waktu lalu.
“Sudah kita asesmen dan laporkan ke Dinas Sosial. Biasanya proses bantuan membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan bisa sampai berbulan-bulan,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi konsep rereongan sebagai solusi cepat dalam menangani persoalan sosial di daerah.
“Langkah rereongan seperti ini patut menjadi contoh bagi daerah lain, agar tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah pusat atau kabupaten,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Rajamandala Kulon, Alit Nurmansyah, mengaku baru mengetahui kondisi Salsa baru-baru ini. Ia kemudian mengklarifikasi informasi tersebut kepada Kepala Dusun 4, yang selanjutnya mengusulkan digelarnya gerakan rereongan untuk membeli kursi roda bagi Salsa.
“Gerakan rereongan ini didanai oleh Pemerintah Kecamatan Cipatat dan UPT Rumah Singgah, sedangkan kekurangannya ditutupi oleh Pemerintah Desa Rajamandala Kulon,” jelas Alit.
Alit juga mengimbau masyarakat Desa Rajamandala Kulon agar tidak sungkan menyampaikan informasi kepada pengurus RT dan RW setempat untuk diteruskan ke pemerintah desa.
“Kami selalu berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Namun, minimnya informasi atau miskomunikasi sering menjadi kendala,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Kasi PMD Kecamatan Cipatat, Rukman, mengatakan pihak kecamatan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di wilayah telah melakukan kunjungan dan melaporkan kondisi Salsa ke instansi terkait.
Dari hasil penelusuran di lapangan, diketahui Salsa mengidap osteogenesis imperfecta yang membuatnya sangat rentan terhadap benturan.
“Salsa memang membutuhkan kursi roda untuk menunjang aktivitasnya. Karena itu, ketika muncul gerakan rereongan, Pemerintah Kecamatan Cipatat langsung menyambut baik dan siap turut berkontribusi,” ujarnya.
Rukman pun bersyukur, dalam waktu singkat sejak kunjungan awal, gerakan rereongan dapat terwujud dan bantuan kursi roda langsung diserahkan kepada Salsa.
“Alhamdulillah, semoga di hari Jumat yang penuh berkah ini, kursi roda hasil rereongan ini bermanfaat bagi Salsa dan dapat meringankan beban kedua orang tuanya,” tutupnya.


