CISARUA,BBPOS- Operasi pencarian korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari keenam pada Kamis, 29 Januari 2026.
Tim SAR gabungan kembali menemukan tiga kantung jenazah yang kemudian dikirim ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, dengan penambahan tersebut, total kantung jenazah yang diterima Posko DVI hingga hari keenam mencapai 55 kantung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 jenazah telah berhasil diidentifikasi.
“Hari ini, Kamis 29 Januari 2026, bertambah tiga kantung, sehingga totalnya menjadi 55. Sementara yang sudah teridentifikasi ada 41 jenazah,” ujar Hendra di Posko DVI Polda Jabar, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, dalam proses identifikasi ditemukan dua kantung jenazah yang memiliki kesesuaian data. Setelah dilakukan rekonsiliasi data postmortem dan antemortem, dipastikan kedua kantung tersebut berasal dari satu korban yang sama.
“Setelah disatukan, jumlah kantung jenazah yang belum teridentifikasi saat ini tersisa 13 kantung,” jelasnya.
Dari tiga kantung jenazah yang diterima pada hari ini, lanjut Hendra, dua di antaranya berisi jenazah utuh dan masih dalam proses identifikasi. Sementara satu kantung lainnya berisi tulang-belulang.
“Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan tulang-belulang tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari satu tahun. Jadi dipastikan bukan korban longsor, melainkan diduga berasal dari makam keluarga yang terdampak longsor,” ungkapnya.
Menurut Hendra, kantung berisi tulang-belulang tersebut diterima dari Basarnas tanpa adanya informasi awal mengenai keberadaan makam di lokasi bencana.
“Saat ini, sebagian jenazah telah menjalani pemeriksaan postmortem di sejumlah rumah sakit. Enam jenazah diperiksa di RS Sartika Asih, dua di RS Cibabat, dan dua lainnya di RS Welas Asih. Sementara jenazah lainnya masih berada di Posko DVI,” tuturnya.
Ia menambahkan, proses pemeriksaan postmortem di rumah sakit telah selesai. Namun, terdapat beberapa jenazah yang belum memiliki data pembanding sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan melalui tes DNA.


