BATUJAJAR,BBPOS- Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Gunawan Rasyid, menyampaikan protes keras kepada Badan Gizi Nasional (BGN) yang dianggap lalai hingga membahayakan keselamatan siswa dan merusak niat baik Presiden Prabowo Subianto.
“Terjadinya keracunan, banyaknya protes, dan buruknya pengelolaan SPPG, bahkan diduga banyak yang belum memiliki sertifikat kelayakan, menunjukkan akumulasi kesalahan manajemen BGN,” ujar Gunawan di hadapan wartawan, Selasa (23/9/2025).
Gunawan mengungkapkan, pihaknya sempat menerima laporan pada 8 September 2025 terkait nasi basi yang disajikan dalam program MBG di MI Al Khoiriah Bani Yusuf, Selacau Batujajar. Saat itu, LAKI-KBB hanya memberi imbauan persuasif agar SPPG Selacau memperbaiki kualitas menu. Namun setelah insiden Cipongkor, investigasi ulang kembali dilakukan.
“Hasilnya cukup mengagetkan. Sayur yang disajikan dalam kondisi basi, dan sehari sebelumnya siswa mengaku mendapatkan telur rebus yang berbau,” ungkapnya.
LAKI-KBB mendesak BGN segera mengevaluasi SPPG Selacau Batujajar, baik dari sisi kualitas, higienitas, volume gizi, maupun variasi menu. “Kalau memang belum memiliki sertifikat kelayakan, lebih baik ditutup saja,” tegas Gunawan yang akrab disapa Guras.
Ia juga menyoroti rendahnya serapan anggaran MBG yang memicu ancaman penarikan dana oleh Menteri Keuangan. “Ini indikasi carut-marutnya pengelolaan program,” kata Guras.
Gunawan meminta Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap BGN, serta mendorong Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie menutup sementara seluruh SPPG di wilayahnya untuk diverifikasi ulang sesuai standar mutu.
“Dalam rangka mengamankan Astacita Presiden, kami telah memerintahkan seluruh pengurus LAKI-KBB di tingkat kecamatan dan desa untuk mengawal serta mengawasi kinerja SPPG di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.


