NGAMPRAH,BBPOS- Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, meresmikan Gedung Markas Komando (Mako) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (5/1/2026).
Bupati Jeje Ritchie Ismail mengatakan, kehadiran gedung tersebut menjadi simbol keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang penanggulangan kebakaran dan penyelamatan.
“Alhamdulillah, setelah 18 tahun akhirnya Dinas Damkar memiliki gedung sendiri. Meskipun masih terdapat kekurangan, insya Allah akan kami selesaikan secara bertahap agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.
Oleh karena itu, Jeje berpesan agar gedung baru tersebut tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi juga menjadi pusat semangat pengabdian bagi seluruh personel Damkar.
“Kami berharap gedung ini menjadi pusat semangat pengabdian, disiplin, kesiapsiagaan, serta pelayanan yang humanis. Fasilitas ini harus dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.
Jeje juga menargetkan pembangunan pos pemadam kebakaran di setiap kecamatan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Wilayah Bandung Barat memiliki kondisi geografis yang luas. Karena itu, ke depan kita akan menyiapkan unit layanan kesehatan dan pos Damkar di setiap kecamatan,” jelasnya.
Terkait permintaan penambahan anggaran yang disampaikan Kepala Dinas Damkar, Jeje menyatakan pihaknya akan melakukan kajian secara mendalam.
“Kami akan mengupayakan semaksimal mungkin dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah serta alokasi dari pemerintah pusat, agar pelayanan publik dapat terus berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah, mengungkapkan rasa syukur atas diresmikannya Gedung Mako Damkar yang telah lama dinantikan.
“Alhamdulillah, setelah 18 tahun Damkar dan Kabupaten Bandung Barat berdiri, akhirnya kami memiliki kantor sendiri. Walaupun pembangunannya belum sepenuhnya selesai, insya Allah tahun ini akan dilanjutkan secara bertahap,” tuturnya.
Siti Aminah menjelaskan, penguatan infrastruktur Damkar tidak hanya terbatas pada pembangunan gedung, tetapi juga mencakup ketersediaan air, penambahan pos layanan, armada, serta personel.
Saat ini, Damkar KBB telah memiliki tujuh pos layanan dan direncanakan akan bertambah satu pos lagi pada tahun ini. Penambahan tersebut akan memanfaatkan aset tanah atau gedung milik pemerintah daerah yang tidak terpakai sebagai upaya efisiensi.
Ia menambahkan, idealnya setiap kecamatan memiliki minimal dua armada pemadam kebakaran sebagaimana tertuang dalam RPJMD. Namun hingga kini, KBB baru memiliki sembilan armada dengan jumlah personel sebanyak 166 orang.
“Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal yang mencapai lebih dari 300 personel untuk melayani seluruh wilayah dan penduduk Bandung Barat. Ini menjadi tantangan kedepan, sehingga dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah sangat kami harapkan demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya


