NGAMPRAH,BBPOS- Ketua Korps Alumni KNPI Kabupaten Bandung Barat (KBB), Lili Supriatna menilai rotasi mutasi pejabat eselon II yang dilakukan Bupati Jeje Richie Ismail bersama Wakil Bupati Asep Ismail pada Kamis, 11 September 2025, merupakan langkah tepat.
Menurutnya, duet kepemimpinan “Duo Ismail” ini tidak memiliki hutang budi politik sehingga lebih leluasa dalam menentukan arah kebijakan birokrasi.
“Dari awal saya katakan, Pak Jeje dan Pak Asep tidak punya hutang budi kepada siapa pun. Artinya dalam rotasi mutasi kali ini, mereka punya skema dan format tersendiri,” kata Lili saat ditemui awak media di Kota Baru Parahyangan, Kamis (11/9/2025).
Ia menegaskan, langkah strategis Bupati Jeje dalam menempatkan pejabat diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Saya berharap ke depan tidak ada lagi anggaran yang berbasis OPD, tapi harus berbasis kepentingan rakyat,” ujarnya.
Lili juga menyoroti rendahnya implementasi hasil musrenbang yang hanya sekitar 2 persen dari APBD. Kondisi ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap forum musrenbang yang dianggap sekadar seremonial.
Meski begitu, ia optimistis kabinet baru hasil rotasi mutasi ini dapat mengembalikan kepercayaan publik. “Jabatan baru jangan dijadikan beban, tapi harus bisa menerjemahkan visi misi Amanah untuk kepentingan masyarakat, bukan sekadar visi misi perangkat daerah,” tegasnya.
Terkait lima dinas besar yang belum terisi, yaitu Dinas Kesehatan, Bapenda, Dinas Pendidikan, DPMTSP, dan PUTR, Lili menilai bupati tengah berhati-hati dalam memilih figur.
“Jika stok internal tidak ada, bisa saja bupati merekrut orang luar yang memiliki kompetensi kuat untuk memimpin dinas strategis tersebut,” pungkasnya.


