SUMEDANG,BBPOS- Prestasi membanggakan diraih Kepala Bidang Mutasi, Promosi, dan Kinerja (MPK) BKPSDM Kabupaten Bandung Barat, Dr. Yunita Nur Fadilla, S.Psi., M.I.P. Ia berhasil menyabet predikat Wisudawan Terbaik Kedua Program Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN 2026 dengan IPK 3,93 dan predikat cumlaude.
Yunita menjadi salah satu dari 45 lulusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan yang diwisuda dalam prosesi wisuda IPDN bersama 1.404 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Minggu (26/7/2026).
Wisuda tersebut dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian.
Pada jenjang Program Doktor Ilmu Pemerintahan, posisi wisudawan terbaik pertama diraih Iin Muthmainah, Wali Kota Administrasi Jakarta Barat. Sementara Yunita berada di posisi kedua, disusul Joune Ganda, Bupati Minahasa Utara, sebagai wisudawan terbaik ketiga.
Yunita menyebut capaian tersebut bukan sekadar penghargaan akademik, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar sekaligus mengabdikan ilmu yang diperoleh dalam praktik pemerintahan.
“Berada di antara orang-orang hebat merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi untuk terus belajar. Saya meyakini bahwa kesungguhan, konsistensi, dan doa yang tidak pernah putus akan selalu menemukan jalannya,” kata Yunita.
Ia menegaskan, pencapaian tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam pendidikan doktornya, Yunita mengangkat disertasi berjudul “Transformasi Manajemen Sumber Daya Aparatur dalam Meningkatkan Kinerja Pemerintah Daerah di Kabupaten Bandung Barat.”
Penelitian tersebut menekankan pentingnya transformasi manajemen aparatur yang tidak hanya bertumpu pada perubahan sistem, tetapi juga kesiapan individu aparatur.
Melalui konsep Kesadaran Adaptif Aparatur, penelitian Yunita menawarkan gagasan untuk memperkuat proses transformasi birokrasi dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintah daerah.
Capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Pendidikan, kata Yunita, semestinya tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi harus berujung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jabatan adalah amanah, ilmu adalah bekal, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan tujuan utama dari setiap proses pembelajaran,” ujarnya.


